Kylian Mbappe resmi menahbiskan dirinya sebagai raja gol baru dalam sejarah fase gugur Piala Dunia. Torehan dua gol atau brace yang ia cetak ke gawang lawan dalam laga krusial Piala Dunia 2026, Rabu (1/7) waktu Indonesia, menjadi bukti ketajaman sang kapten timnas Prancis yang belum terbendung. Berkat performa impresif tersebut, Prancis sukses mengamankan tiket menuju babak 16 besar setelah mengunci kemenangan meyakinkan 3-0 di Stadion New York New Jersey.
Dua gol tambahan tersebut membuat koleksi gol Mbappe di fase gugur Piala Dunia kini mencapai angka 10. Angka ini secara resmi melewati rekor yang sebelumnya dipegang oleh megabintang Cristiano Ronaldo serta pemain legendaris Brasil, Leonidas da Silva, yang masing-masing mengoleksi delapan gol sepanjang karier mereka di fase knock-out turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut. Pencapaian ini tidak hanya mengukuhkan posisi Mbappe sebagai striker mematikan, tetapi juga mempertegas dominasinya di panggung internasional saat tekanan pertandingan berada di titik tertinggi.
Di belakang Mbappe, terdapat sederet nama besar yang telah lebih dulu mengukir sejarah. Legenda sepak bola dunia seperti Pele, Edvaldo Izidio Neto, Just Fontaine, dan Oldrich Nejedly sebelumnya memegang catatan tujuh gol di fase gugur. Sementara itu, pemain sekaliber Eusebio, Gyorgy Sarosi, Gary Lineker, hingga Roberto Baggio tercatat mengumpulkan enam gol. Nama-nama besar lainnya yang mengoleksi lima gol di fase yang sama mencakup Silvio Piola, Gyula Zsengeller, Helmut Rahn, Thomas Muller, Zinedine Zidane, Wesley Sneijder, Miroslam Klose, hingga Lionel Messi.
Keberhasilan Mbappe menembus angka dua digit di fase gugur semakin memperpanas persaingan daftar top skor sepanjang masa Piala Dunia. Saat ini, ia telah membukukan total 18 gol di ajang Piala Dunia, hanya terpaut satu angka dari Lionel Messi yang memimpin di puncak dengan koleksi 19 gol. Dengan usia yang masih relatif muda dan performa yang terus menanjak, banyak pengamat sepak bola memprediksi Mbappe memiliki peluang besar untuk melampaui rekor Messi tersebut dalam waktu dekat, terutama jika Prancis terus melaju jauh dalam turnamen edisi 2026 ini.
Momen dwigol Mbappe ke gawang lawan di Stadion New York New Jersey tersebut juga menyisakan cerita emosional yang menyentuh hati para penggemar sepak bola. Usai mencetak gol, Mbappe melakukan selebrasi khusus yang ditujukan langsung ke arah pelatih Didier Deschamps. Aksi ini merupakan bentuk dedikasi dan dukungan moral Mbappe kepada sang pelatih yang saat ini tengah dirundung duka mendalam.
Pelatih berusia 57 tahun tersebut diketahui baru saja kehilangan sang ibu yang meninggal dunia di tengah bergulirnya perhelatan Piala Dunia 2026. Situasi duka tersebut memaksa Deschamps untuk meninggalkan kamp pelatihan tim dan kembali ke Prancis, sehingga ia sempat absen mendampingi skuad Les Bleus pada laga pamungkas fase grup. Gestur solidaritas dari Mbappe ini menunjukkan kedekatan personal dan kepemimpinan sang kapten di dalam maupun luar lapangan, yang menjadi salah satu faktor kunci keharmonisan timnas Prancis di turnamen ini.
Bagi skuad Prancis, kemenangan 3-0 ini bukan sekadar tentang rekor individu Mbappe, melainkan langkah vital untuk menjaga ambisi mempertahankan gelar juara. Fokus tim kini langsung beralih ke babak 16 besar, di mana tantangan yang lebih berat sudah menanti. Berdasarkan bagan turnamen, Prancis dijadwalkan akan berhadapan dengan timnas Paraguay dalam partai hidup mati yang akan diselenggarakan di Stadion Philadelphia.
Pertandingan babak 16 besar antara Prancis dan Paraguay dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (4/7) atau Minggu (5/7) dini hari waktu Indonesia. Laga ini diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ketajaman lini depan Prancis. Paraguay, yang dikenal dengan gaya permainan disiplin dan pertahanan rapat, tentu tidak akan membiarkan Mbappe dan rekan-rekannya dengan mudah menembus area penalti mereka.
Keberhasilan Prancis melaju ke fase selanjutnya dengan catatan kemenangan meyakinkan dan performa tajam dari sang kapten memberikan suntikan kepercayaan diri yang besar bagi seluruh anggota tim. Penggemar sepak bola di seluruh dunia kini menantikan apakah Mbappe mampu kembali mencetak gol dan memperlebar jarak rekornya di fase gugur, sekaligus memangkas jarak dengan torehan gol milik Messi.
Secara keseluruhan, penampilan Mbappe di Piala Dunia 2026 telah memberikan warna baru bagi kompetisi ini. Sebagai seorang pemain yang kini memegang predikat raja gol fase gugur, ekspektasi publik terhadap sosoknya tentu akan semakin tinggi. Namun, dengan mentalitas juara dan dukungan rekan satu tim yang solid, Mbappe tampak siap untuk menjawab tantangan tersebut di lapangan hijau Philadelphia nanti. Seluruh mata kini tertuju pada laga kontra Paraguay, di mana sejarah baru bisa saja kembali tercipta dari kaki sang striker andalan Prancis tersebut.











