Resmi, Pedro Acosta Jadi Tandem Marc Marquez di Ducati Lenovo Team Mulai 2027

Wibowo

Kabar yang selama ini hanya menjadi desas-desus di paddock MotoGP akhirnya terjawab sudah. Pembalap muda berbakat Pedro Acosta secara resmi dipastikan akan bergabung dengan tim pabrikan Ducati Lenovo mulai musim 2027. Kepindahan ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depan karier pembalap bernomor start 37 tersebut, yang dipastikan bakal meninggalkan warna oranye timnya saat ini untuk mengenakan seragam merah ikonik Ducati.

Dalam kesepakatan yang berdurasi selama dua musim, yakni 2027 dan 2028, Acosta akan berbagi garasi dengan juara dunia tujuh kali, Marc Marquez. Kolaborasi antara talenta muda yang sedang naik daun dan legenda hidup MotoGP ini digadang-gadang akan menjadi kekuatan yang sangat menakutkan bagi kompetitor lainnya di lintasan balap. Pengumuman ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Ducati dalam memperkuat dominasi mereka di era MotoGP modern.

Keputusan Ducati untuk meminang Acosta bukanlah tanpa alasan. Pembalap berusia muda ini telah mencatatkan rekor impresif sejak debutnya di ajang kejuaraan dunia. Dalam kurun waktu hanya tiga tahun sejak kedatangannya, ia sukses mengamankan dua gelar juara dunia, masing-masing di kelas Moto3 dan Moto2. Prestasi tersebut menjadi bukti sahih akan bakat luar biasa yang ia miliki sebelum akhirnya melangkah ke kelas utama.

Performa Acosta di MotoGP pun tidak kalah memukau. Pada musim debutnya di 2024, ia langsung menyabet gelar Rookie of the Year. Tren positif tersebut berlanjut pada musim 2025 di mana ia berhasil mengamankan posisi keempat dalam klasemen akhir kejuaraan dunia dengan torehan impresif sebanyak 13 kali naik podium. Konsistensi dan kecepatan yang ditunjukkan Acosta sejak balapan perdana menjadi daya tarik utama bagi manajemen Ducati Corse.

Salah satu momen yang paling diingat publik adalah duel sengit antara Acosta dan Marc Marquez pada balapan debutnya di kelas utama. Persaingan ketat keduanya di lintasan sering kali menjadi sajian utama yang memanjakan mata penonton. Menariknya, rivalitas yang sempat menghiasi berbagai seri balapan tersebut kini akan berubah menjadi kemitraan strategis di bawah atap yang sama.

CEO Ducati Motor Holding, Claudio Domenicali, menyatakan antusiasmenya menyambut kedatangan Acosta ke dalam keluarga besar Ducati Lenovo Team. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Ducati untuk membangun masa depan yang kompetitif di kancah MotoGP. Domenicali menilai bahwa Acosta adalah salah satu talenta paling menjanjikan saat ini yang menunjukkan pertumbuhan teknis dan kompetitif yang luar biasa dalam waktu singkat.

Lebih lanjut, Domenicali menekankan bahwa kombinasi antara keterampilan teknis yang dimiliki Acosta, mentalitas pemenang, serta determinasi yang tinggi adalah fondasi ideal untuk meraih kesuksesan di masa depan. Ia percaya bahwa kehadiran Acosta, yang disandingkan dengan Marc Marquez, akan menciptakan pasangan pembalap yang sangat kompetitif. Hal ini juga menjadi pesan tegas bagi para pesaing bahwa ambisi Ducati untuk merajai musim-musim mendatang tetaplah tinggi.

Senada dengan hal tersebut, General Manager Ducati Corse, Luigi Dall’Igna, menyebut Pedro Acosta sebagai kandidat ideal untuk proyek jangka panjang Ducati. Setelah mengamankan posisi Marc Marquez di tim pabrikan, Dall’Igna menegaskan bahwa pihaknya memang mencari pembalap muda yang memiliki kecepatan tinggi untuk mendukung pengembangan motor Desmosedici GP. Baginya, Acosta adalah paket lengkap yang mampu memberikan stimulasi positif bagi seluruh elemen di dalam tim.

Dall’Igna menambahkan bahwa dalam waktu kurang dari enam tahun berkarier di ajang kejuaraan dunia, Acosta telah membuktikan kematangannya sebagai pembalap. Kehadirannya di tim diproyeksikan akan menjadi stimulus bagi pengembangan performa motor dan membantu tim untuk terus tumbuh di level tertinggi. Pihak Ducati berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan teknis dan waktu yang dibutuhkan bagi Acosta untuk mencapai potensi maksimalnya sebagai pembalap profesional.

Langkah ini juga dipandang sebagai strategi cerdas Ducati untuk memastikan transisi regenerasi pembalap tetap terjaga dengan baik. Dengan mengandalkan kombinasi pengalaman segudang dari Marc Marquez dan energi serta kecepatan dari Pedro Acosta, Ducati ingin menciptakan keseimbangan yang sempurna. Dukungan performa dari motor Desmosedici GP yang saat ini menjadi acuan di grid MotoGP diyakini akan menjadi kendaraan yang tepat bagi Acosta untuk meraih gelar juara dunia di kelas utama.

Publik kini menantikan bagaimana dinamika di dalam garasi Ducati akan terbangun. Mengingat karakter keduanya yang sama-sama kompetitif dan tidak ingin kalah, tantangan bagi manajemen tim adalah memastikan persaingan tetap sehat demi kepentingan pengembangan motor. Namun, dengan visi yang telah dipaparkan oleh para petinggi Ducati, optimisme tinggi menyelimuti tim asal Borgo Panigale tersebut menyambut musim 2027 mendatang.

Bagi Pedro Acosta sendiri, kesempatan bergabung dengan tim pabrikan sekaliber Ducati Lenovo adalah impian setiap pembalap di MotoGP. Menunggangi motor yang telah mengantarkan banyak juara dunia tentu memberikan beban sekaligus motivasi ekstra untuk membuktikan bahwa dirinya layak disejajarkan dengan para legenda. Keputusan ini secara resmi menggeser peta kekuatan MotoGP dan membuat banyak pihak sudah tidak sabar menunggu aksi kolaborasi duo Spanyol ini di atas lintasan balap pada musim 2027 nanti.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All