RS Atma Jaya Hadirkan Layanan Onkologi dan Hematologi Terpadu, Pacu Akurasi Diagnosis Kanker

Rini Widiyarti

Jakarta, 30 Juni 2026 – Rumah Sakit Atma Jaya (RSAJ) secara resmi meluncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu, sebuah inisiatif strategis untuk memperkuat penanganan kanker di Indonesia. Peluncuran layanan ini menjadi langkah penting dalam menjawab kompleksitas diagnosis dan terapi kanker yang kerap menjadi tantangan besar bagi pasien dan tenaga medis.

Layanan terpadu ini dirancang secara komprehensif untuk mendampingi pasien di setiap tahapan, mulai dari deteksi dini yang krusial hingga fase rehabilitasi pasca-perawatan. Pendekatan multidisiplin menjadi inti dari sistem pelayanan ini, memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang holistik dan terkoordinasi dari berbagai spesialis.

Peresmian layanan baru ini bertepatan dengan penyelenggaraan Seminar Medis Nasional bertajuk "Current Concepts for Comprehensive Musculoskeletal Care: Translating Advances in Orthopedics into Collaborative, Patient-Centered Practice". Acara ini mempertemukan sejumlah pakar terkemuka, mulai dari dokter spesialis dan subspesialis, akademisi, peneliti, hingga tenaga kesehatan dari berbagai disiplin ilmu. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen RSAJ dalam memajukan ilmu pengetahuan dan praktik medis.

Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu RSAJ mencakup serangkaian fasilitas dan prosedur mutakhir. Pasien akan mendapatkan konsultasi mendalam dengan dokter spesialis dan subspesialis, menjalani skrining kanker yang presisi, serta pemeriksaan laboratorium hematologi, radiologi, dan patologi anatomi. Semua ini bertujuan untuk mencapai penegakan diagnosis yang akurat dan cepat.

Setelah diagnosis ditetapkan, tim medis akan menyusun rencana terapi multidisiplin yang disesuaikan dengan kebutuhan individu pasien. Proses ini juga melibatkan monitoring pengobatan secara ketat, rehabilitasi medis untuk memulihkan fungsi tubuh, serta edukasi berkelanjutan bagi pasien dan keluarga. Bahkan, layanan perawatan paliatif juga tersedia untuk meningkatkan kualitas hidup pasien yang membutuhkan.

Melalui pendekatan "patient-centered care" ini, RS Atma Jaya bertekad untuk menghadirkan penanganan kanker yang lebih terintegrasi. Konsep ini menempatkan pasien sebagai fokus utama, memastikan mereka memperoleh diagnosis dan terapi yang tidak hanya lebih cepat dan tepat, tetapi juga komprehensif dan manusiawi. Ini diharapkan dapat meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup pasien kanker di tanah air.

Dalam seminar yang turut mengiringi peluncuran layanan, para pakar membahas berbagai perkembangan terbaru dalam penanganan penyakit muskuloskeletal, regenerative medicine, hingga kanker. Salah satu poin penting yang digarisbawahi adalah urgensi pendekatan multidisiplin dalam menghadapi penyakit kompleks seperti kanker.

Kolaborasi erat antar berbagai disiplin ilmu, seperti dokter hematologi-onkologi medik, ortopedi, bedah, radiologi, patologi anatomi, patologi klinik, hingga rehabilitasi medik dan tenaga kesehatan lainnya, dinilai sebagai kunci utama. Sinergi ini terbukti mampu meningkatkan keberhasilan terapi dan memberikan hasil yang optimal bagi pasien. Seminar tersebut juga membahas berbagai topik penting lainnya, termasuk perkembangan deteksi dini kanker, tata laksana kanker terkini, kompleksitas tumor muskuloskeletal, serta tantangan spesifik dalam penanganan pasien kanker usia lanjut.

Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah "Beyond the X-Ray: Navigating the Complexity of Musculoskeletal Tumors". Dalam sesi ini, dr. Handriadi Winaga, M.Kes., Sp.OT, FICS, AIFO-K, memaparkan fakta bahwa kasus tumor muskuloskeletal terus mengalami peningkatan. Fenomena ini terutama terlihat pada tumor yang merupakan penyebaran atau metastasis dari kanker di organ tubuh lain.

"Tumor muskuloskeletal dapat bersifat jinak maupun ganas, serta berasal dari tulang maupun jaringan lunak," jelas dr. Handriadi. Ia menambahkan bahwa saat ini, kasus metastasis juga semakin sering ditemukan, menunjukkan tantangan yang lebih besar dalam penanganannya.

Namun, menurut dr. Handriadi, tantangan terbesar justru terletak pada keterlambatan diagnosis. Gejala awal tumor seringkali menyerupai kondisi lain yang lebih umum, seperti cedera biasa, nyeri otot, infeksi, atau penyakit tulang lainnya. Akibatnya, banyak pasien baru mencari pertolongan medis ketika ukuran tumor sudah membesar dan kondisinya sudah lebih lanjut.

Sebagai contoh, ia menyebutkan banyak pasien yang mengalami patah tulang yang awalnya diduga akibat terjatuh atau kecelakaan. Padahal, penyebab sebenarnya adalah tulang yang sudah rapuh karena keberadaan tumor. Kesalahan diagnosis atau penundaan identifikasi ini berakibat fatal.

"Kesalahan diagnosis dapat membuat tumor terus berkembang, menyebar ke organ lain, hingga menurunkan peluang hidup pasien secara signifikan," tegas dr. Handriadi. Oleh karena itu, akurasi dan kecepatan diagnosis menjadi sangat krusial. Meskipun pemeriksaan rontgen memiliki peran penting sebagai langkah awal, dr. Handriadi menekankan bahwa alat tersebut seringkali tidak cukup untuk mendeteksi tumor muskuloskeletal secara komprehensif. Diperlukan pemeriksaan lanjutan dan pendekatan diagnostik yang lebih mendalam untuk memastikan diagnosis yang tepat.

Dengan peluncuran layanan terpadu ini, RS Atma Jaya berharap dapat menjadi pionir dalam menyediakan penanganan kanker yang lebih efektif dan efisien. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan di rumah sakit tersebut, tetapi juga berkontribusi pada upaya nasional dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker di Indonesia, memberikan harapan baru bagi para pasien dan keluarga.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All