Pembalap muda sensasional dari Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta, telah menjalani operasi pada pergelangan tangan kanannya menyusul insiden mundur dari balapan MotoGP Assen pada Minggu, 28 Juni lalu. Tindakan medis ini dilakukan untuk mengatasi Carpal Tunnel Syndrome yang menjadi penyebab utama pembalap Spanyol itu tidak dapat menyelesaikan balapan di sirkuit legendaris Belanda tersebut. Kabar baiknya, operasi berjalan sukses dan Acosta diharapkan bisa kembali ke lintasan pada seri berikutnya di Jerman, yang dijadwalkan pada 10-12 Juli mendatang.
Keputusan untuk mundur dari balapan di Assen sempat menimbulkan kebingungan. Sebelumnya, Acosta memang menghadapi berbagai masalah teknis pada motor KTM RC16 miliknya sepanjang akhir pekan MotoGP Assen. Serangkaian kendala ini membuat banyak pihak berasumsi bahwa masalah motor kembali menjadi penyebab Acosta harus mengakhiri balapan lebih awal untuk kedua kalinya secara berturut-turut, setelah sebelumnya juga mundur pada lap terakhir Grand Prix Ceko pada 21 Juni. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain.
Pada lap ke-13 balapan MotoGP Assen, Acosta terlihat mengangkat tubuhnya di tikungan pertama dan melambat, kemudian secara perlahan kembali ke pit untuk mundur. Rekaman televisi dengan jelas menunjukkan Acosta menggoyangkan tangan kanannya, sebuah indikasi kuat adanya masalah fisik yang dikenal sebagai arm pump atau Carpal Tunnel Syndrome. Dugaan ini kemudian dikonfirmasi oleh tim KTM, menjelaskan bahwa Acosta menderita Carpal Tunnel Syndrome yang memang kerap menghantui para pembalap motor.
Carpal Tunnel Syndrome adalah kondisi di mana saraf median di pergelangan tangan tertekan, menyebabkan nyeri, mati rasa, dan kesemutan di tangan dan jari. Bagi pembalap MotoGP, kondisi ini sangat mengganggu karena tekanan berulang dan getaran dari motor, ditambah dengan cengkeraman kuat pada stang, dapat memperparah kondisi ini. Hal ini secara signifikan memengaruhi kemampuan mereka untuk mengendalikan motor secara presisi, terutama saat pengereman keras dan berbelok.
KTM secara resmi merilis pernyataan mengenai kondisi pembalap andalannya. "Pedro Acosta telah menjalani operasi kecil yang sukses pagi ini pada pergelangan tangan kanannya untuk mengobati Carpal Tunnel Syndrome," demikian bunyi pernyataan dari tim. Pernyataan tersebut juga menambahkan optimisme, "Dia diharapkan akan kembali untuk GP Jerman, menunggu pemeriksaan medis minggu depan." Kecepatan pemulihan Acosta akan menjadi kunci penting bagi kelanjutan performanya di musim ini.
Mundurnya Acosta di Assen merupakan DNF (Did Not Finish) keduanya secara berturut-turut setelah GP Ceko, yang tentu saja berdampak pada posisinya di klasemen pembalap. Saat ini, pembalap berjuluk ‘The Shark’ itu berada di posisi ketujuh dalam klasemen, terpaut 60 poin dari pemimpin klasemen baru, Jorge Martin. Situasi ini menambah tekanan bagi Acosta untuk segera pulih dan kembali meraih poin demi menjaga asa dalam perburuan gelar juara.
Performa Acosta di musim ini memang penuh dengan pasang surut. Meskipun menunjukkan kecepatan yang menjanjikan, dua DNF berturut-turut menjadi pukulan telak. Menariknya, Acosta juga merupakan salah satu dari banyak pembalap yang gagal menyelesaikan balapan di Grand Prix Jerman tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa sirkuit Sachsenring, meski merupakan salah satu sirkuit favorit banyak pembalap, bisa menjadi tantangan tersendiri bagi Acosta.
Cedera pergelangan tangan atau arm pump bukanlah hal asing di dunia MotoGP. Banyak pembalap top, termasuk Marc Marquez dan Fabio Quartararo, pernah menjalani operasi untuk mengatasi masalah serupa. Hal ini menyoroti betapa ekstremnya tuntutan fisik yang harus dihadapi para pembalap MotoGP, di mana setiap milimeter pergerakan tangan dan jari sangat krusial untuk mengendalikan motor di kecepatan tinggi. Perawatan yang cepat dan tepat menjadi kunci agar pembalap bisa kembali berkompetisi di level tertinggi.
Di sisi lain, hasil balapan di Assen menunjukkan bahwa Enea Bastianini menjadi pembalap KTM terdepan. Pembalap Italia itu finis di posisi ketujuh, namun kemudian diklasifikasikan naik ke posisi keenam setelah Marc Marquez dikenai penalti karena melampaui batas lintasan pada lap terakhir. Ini memberikan sedikit hiburan bagi tim KTM di tengah kabar cedera Acosta, meskipun fokus utama tetap pada pemulihan cepat bintang muda mereka.
Dengan target kembali di GP Jerman, Acosta akan menghadapi tantangan besar untuk memulihkan kebugaran dan kepercayaan diri dalam waktu yang sangat singkat. Sachsenring adalah sirkuit yang sangat menuntut secara fisik, dengan banyak tikungan kiri yang panjang dan cepat. Kemampuan pergelangan tangan dan lengan untuk menahan gaya G yang tinggi akan diuji secara maksimal. Namun, reputasi Acosta sebagai pembalap yang tangguh dan bermental baja memberikan harapan bahwa ia akan mampu melewati rintangan ini.
Semua mata akan tertuju pada Pedro Acosta dan hasil pemeriksaan medisnya minggu depan. Kehadirannya di Sachsenring sangat dinantikan, tidak hanya oleh penggemar KTM tetapi juga oleh seluruh pecinta MotoGP yang ingin melihat kembali aksi-aksi memukau dari salah satu talenta paling menjanjikan di grid. Kembalinya yang cepat dan kuat akan menjadi pernyataan penting tentang ketangguhan fisik dan mental pembalap muda ini di tengah kerasnya persaingan MotoGP.











