Tim satelit Aprilia, Trackhouse Racing, berhasil mencetak sejarah gemilang di gelaran MotoGP Belanda 2024 yang berlangsung di sirkuit legendaris Assen. Mereka secara mengejutkan meraih sapuan bersih kemenangan 1-2, baik dalam sesi Sprint Race maupun Grand Prix utama. Hasil fantastis ini sontak membuat CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, melontarkan pujian sekaligus gurauan, "Cukup sudah!" menandakan rasa bangga namun juga sedikit ‘terganggu’ karena tim satelitnya kini mampu mengalahkan tim pabrikan.
Akhir pekan yang luar biasa bagi skuad asal Amerika Serikat ini dimulai dengan insiden di sesi kualifikasi. Pembalap mereka, Raul Fernandez, sempat kehilangan posisi pole position setelah lap tercepatnya dibatalkan karena melebihi batas lintasan. Namun, hal tersebut tak menyurutkan semangat Trackhouse. Fernandez bangkit dengan performa luar biasa di hari Sabtu, berhasil memenangkan Sprint Race dan menunjukkan potensi sesungguhnya dari motor Aprilia RS-GP yang ia tunggangi. Kemenangan ini menjadi sinyal kuat akan kekuatan yang tersembunyi dalam tim satelit tersebut.
Puncak dari dominasi Trackhouse terjadi pada hari Minggu. Rekan setim Fernandez, Ai Ogura, secara dramatis berhasil meraih kemenangan perdananya di kelas utama MotoGP. Sebuah pencapaian monumental bagi pembalap muda Jepang tersebut dan tentunya bagi tim Trackhouse, yang baru saja memulai petualangan mereka di musim 2024. Kemenangan ganda ini menegaskan bahwa Trackhouse bukan sekadar tim pelengkap, melainkan kekuatan baru yang patut diperhitungkan di grid MotoGP.
Proyek tim satelit Aprilia sendiri bermula pada tahun 2023 dengan RNF Racing, sebelum kemudian diambil alih oleh kepemilikan baru di bawah bendera Trackhouse mulai musim 2024. Kunci dari performa impresif ini adalah akses penuh Trackhouse terhadap motor Aprilia RS-GP spek pabrikan yang sama persis dengan yang digunakan oleh tim utama. Kebijakan Aprilia untuk menyamaratakan teknologi ini telah membuahkan hasil yang sangat positif, bahkan melebihi ekspektasi.
Berbicara pada Minggu malam setelah balapan, Rivola mengungkapkan kebahagiaannya. "Saya benar-benar jujur bahagia untuk mereka," ujar Rivola. "Saya selalu mengatakan bahwa saya ingin melihat hari di mana mereka bisa mengalahkan kami. Dan mereka melakukannya dua hari berturut-turut. Saya pikir itu sudah cukup!" tambahnya sambil tersenyum, menyiratkan persaingan sehat antara tim pabrikan dan satelitnya. Ini menunjukkan bahwa Aprilia tak hanya berinvestasi pada teknologi, tetapi juga pada filosofi berbagi informasi dan data.
Rivola menjelaskan lebih lanjut tentang bagaimana sinergi antara tim pabrikan dan satelit berjalan. "Kami berbagi semua informasi. Kami mengadakan pertemuan dengan para insinyur kami bersama mereka. Kami memiliki Fabiano [Sterlacchini], dan juga banyak orang yang berbagi informasi dengan mereka," jelasnya. Kerjasama erat ini menjadi fondasi bagi kemajuan bersama. Rivola menekankan pentingnya kecepatan tim satelit: "Jadi kami sangat senang dengan apa yang mereka lakukan. Dan kami membutuhkan mereka untuk cepat. Karena jika mereka cepat, kemungkinan besar kami juga belajar sesuatu dari mereka. Dan kemudian kami juga menjadi lebih cepat."
Di sisi lain, performa tim pabrikan Aprilia Racing sendiri terbilang campur aduk di Assen. Kedua pembalap pabrikan mereka, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, gagal mencapai podium Sprint Race. Meskipun Martin, yang memulai dari pole position, berhasil melengkapi podium yang seluruhnya diisi motor Aprilia pada Grand Prix hari Minggu, rekan setimnya, Marco Bezzecchi, mengalami nasib kurang beruntung dengan terjatuh pada lap kedua. Insiden ini tentu sedikit mengurangi kesempurnaan akhir pekan bagi Aprilia secara keseluruhan sebagai pabrikan.
"Hasil yang luar biasa untuk Aprilia sebagai pabrikan," kata Rivola, tetap bangga. "Jelas, kami kehilangan satu motor… Saya pikir kami memiliki kesempatan untuk memiliki empat Aprilia di depan," merujuk pada potensi podium ganda dari tim pabrikan jika Bezzecchi tidak terjatuh. Namun, kemenangan Trackhouse tetap menjadi sorotan utama.
Kecelakaan Bezzecchi juga memiliki dampak signifikan pada perburuan gelar juara dunia. Insiden tersebut secara tidak langsung memberikan keuntungan dalam perebutan gelar kepada Jorge Martin. Sementara itu, Ai Ogura, dengan kemenangan perdananya, kini meroket ke posisi keempat dalam klasemen pembalap, hanya terpaut 25 poin dari puncak. Raul Fernandez juga menunjukkan kemajuan berarti, menempati posisi keenam dengan selisih 55 poin. Hasil di Assen ini telah mengubah dinamika klasemen dan menunjukkan betapa kompetitifnya motor Aprilia di tangan pembalap yang tepat, baik dari tim pabrikan maupun satelit. Kemenangan Trackhouse tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga validasi atas strategi pengembangan Aprilia di MotoGP.











