Amerika Serikat – Panggung YONEX US Open 2026 menjadi saksi bisu lahirnya juara-juara baru di HSBC BWF World Tour. Tunggal putra Taiwan, Su Li Yang, dan tunggal putri Denmark, Line Christophersen, berhasil memecah kebuntuan gelar dengan merengkuh trofi perdana mereka di turnamen bergengsi tersebut setelah melalui laga final yang sengit.
Su Li Yang, unggulan kedelapan, menampilkan performa impresif untuk menaklukkan mantan juara dunia asal India, Kidambi Srikanth. Pertarungan tiga gim tersaji, di mana Su akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 21-15, 16-21, dan 21-9. Kemenangan ini menjadi penanda penting dalam kariernya yang selama ini belum pernah merasakan manisnya gelar juara di level World Tour.
"Saya tidak percaya saya berhasil melakukannya. Saya sangat senang dan bersemangat," ungkap Su Li Yang seusai pertandingan. Ia menambahkan, "Di gim penentuan, kami berdua sama-sama lelah, jadi saya terus memotivasi diri untuk tetap fokus dan terus mendorong, serta percaya pada kemampuan saya."
Lebih lanjut, Su Li Yang menegaskan rasa bangganya atas pencapaian ini. "Saya sangat bangga pada diri sendiri. Saya telah bekerja sangat keras, saya sangat ingin memenangkan gelar World Tour. Ini adalah gelar World Tour pertama saya. Saya yakin dan percaya bahwa saya bisa memenangkan lebih banyak lagi," tuturnya penuh optimisme.
Di sisi putri, Line Christophersen, unggulan kedua asal Denmark, juga tak kalah dramatis dalam meraih gelar perdananya. Ia harus berjuang keras melawan talenta muda Bulgaria, Kaloyana Nalbantova, sebelum akhirnya memetik kemenangan 21-16, 16-21, dan 21-11. Christophersen mengungkapkan kegembiraannya yang luar biasa setelah berhasil melangkah ke final pertamanya musim ini dan keluar sebagai juara.
"Ini luar biasa dan saya sangat bahagia saat ini. Saya lega akhirnya bisa meraih kemenangan," ujar Christophersen dengan nada antusias. "Di gim ketiga, saya mencoba untuk rileks dan terus menekan. Saya selalu berjuang. Ketika poin terakhir datang, semuanya terasa luar biasa."
Kemenangan Su dan Christophersen menjadi sorotan utama turnamen yang digelar di Amerika Serikat ini, menandai era baru bagi kedua atlet muda tersebut. Mereka berhasil mengatasi tekanan dan menunjukkan mental juara yang kuat di partai puncak.
Sementara itu, ganda putri Jepang, Sumire Nakade dan Miyu Takahashi, melanjutkan dominasi mereka dengan meraih gelar ketiga berturut-turut di musim ini. Pasangan kuat ini berhasil mengalahkan wakil Chinese Taipei, Lin Chih-Chun/Yang Chu Yun, dengan skor meyakinkan 21-16 dan 21-10.
Bagi Miyu Takahashi, gelar ini semakin memperkaya rekornya di tahun 2026. Ini merupakan final keempatnya musim ini, di mana sebelumnya ia juga sempat mencapai final Indonesia Masters 2026 bersama rekannya, Arisa Igarashi. Nakade/Takahashi kini tak terkalahkan dalam tiga turnamen terakhir yang mereka ikuti, termasuk Orleans Masters, Baoji China Masters, dan yang terbaru, US Open.
"Kami sangat senang," kata Takahashi mewakili pasangannya. "Kami pernah bertemu mereka dua bulan lalu, tetapi hari ini mereka bermain berbeda, jadi kami senang bisa menang. Kami tidak ingin menunjukkan kegugupan kami kepada lawan. Lawan kami sangat kuat, jadi kami harus menyerang lebih dulu."
Keberhasilan Nakade/Takahashi membuktikan konsistensi dan kerja sama tim yang solid. Strategi menyerang mereka terbukti efektif dalam meredam kekuatan lawan.
Di sektor lain, terdapat pula beberapa kejutan dan pencapaian membanggakan lainnya. Ganda campuran Chinese Taipei, Liu Kuang Heng/Hsu Yin Hui, sukses meraih gelar juara World Tour pertama mereka. Keduanya mengalahkan kompatriot mereka, Wu Hsuan-Yi/Yang Chu Yun, dengan skor telak 21-8 dan 21-11.
Liu Kuang Heng mengaku terkejut dengan kemenangan ini, mengingat mereka adalah pasangan baru. "Kami sangat senang karena ini adalah gelar pertama kami dan kami adalah pasangan baru. Kami bahkan belum banyak berlatih bersama, jadi saya sangat terkejut. Komunikasi kami semakin baik di setiap pertandingan," ungkap Liu. Ia menambahkan, momen paling berkesan baginya adalah saat melepas kaus setelah memenangkan pertandingan, mengikuti tradisi yang pernah ia lakukan di Thomas Cup.
Sementara itu, ganda putra Jepang, Hiroki Okamura/Kyohei Yamashita, juga berhasil mengamankan gelar juara pertama mereka musim ini dari empat turnamen yang diikuti. Pasangan ini menumbangkan unggulan keempat, Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh, dalam pertandingan tiga gim yang alot, 21-18, 16-21, dan 21-16.
"Ini sulit sejak awal. Tapi kami harus saling membantu. Kuncinya adalah meskipun kami tidak dalam kondisi 100 persen, kami tetap bertahan, jadi saya senang. Kami terlihat tenang di luar, tetapi di dalam kami gugup," ujar Kyohei Yamashita mengenai perjuangan mereka.
Perjalanan Kidambi Srikanth di US Open kali ini harus terhenti di final tunggal putra. Ia mengakui bahwa lawannya, Su Li Yang, bermain sangat baik di momen-momen krusial. "Saya merasa apa yang telah saya lakukan berjalan dengan baik. Saya hanya perlu terus bekerja keras. Saya merasa saya sudah dekat, tetapi ini tentang memenangkan poin-poin penting. Dia (Su Li Yang) telah bermain sangat baik dalam beberapa bulan terakhir. Hari ini adalah hari di mana dia bermain luar biasa di poin-poin yang berarti," kata Srikanth.
Senada dengan itu, Kaloyana Nalbantova, yang harus puas menjadi runner-up di sektor tunggal putri, juga menyoroti pentingnya fokus. "Kuncinya adalah fokus. Saya kehilangan fokus ketika saya membuat dua-tiga kesalahan berturut-turut. Saya mencoba mengubah taktik, tetapi saya harus terus melakukan hal yang sama. Saya membuat banyak kesalahan. Saya mengambil semua hal positif, karena ini adalah final World Tour pertama saya. Saya menunjukkan bahwa saya telah berkembang," jelas Nalbantova.
YONEX US Open 2026 menjadi penutup seri turnamen BWF World Tour yang penuh drama dan kejutan, sekaligus membuka jalan bagi para juara baru untuk bersinar di panggung dunia bulu tangkis. Para atlet yang meraih gelar perdana ini diharapkan dapat terus mempertahankan momentum positif mereka di kompetisi mendatang.











