India menjadi tuan rumah pertemuan puncak (KTT) BRICS yang berlangsung pada 15-17 November 2023. Forum yang mempertemukan Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan ini dihelat di New Delhi, di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah upaya penguatan basis ekonomi negara-negara anggota, terutama dalam menghadapi tantangan yang muncul dari ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.
Dalam pidatonya, Presiden Tiongkok Xi Jinping menekankan pentingnya solidaritas antarnegara BRICS untuk mendorong tata kelola global yang lebih adil dan inklusif. Beliau menyatakan, “Kita harus memperdalam kerja sama ekonomi, perdagangan, dan keuangan, serta mendorong reformasi sistem tata kelola global.” Xi juga menyoroti perlunya negara-negara berkembang untuk memiliki suara yang lebih kuat dalam pengambilan keputusan di forum-forum internasional.
Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan optimismenya terhadap potensi BRICS untuk menjadi kekuatan ekonomi global yang signifikan. “Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi dan strategi kita demi kemajuan bersama. Kita memiliki potensi besar untuk menciptakan tatanan ekonomi dunia yang lebih seimbang,” ujar Modi. Ia menambahkan bahwa India berkomitmen untuk memperkuat kemitraan strategis dalam blok ini.
Diskusi dalam KTT BRICS juga menyentuh isu-isu krusial seperti pembangunan berkelanjutan, inovasi teknologi, serta upaya bersama dalam menghadapi perubahan iklim. Para pemimpin negara anggota sepakat untuk meningkatkan koordinasi dalam berbagai bidang, termasuk pertukaran informasi dan pengembangan proyek-proyek kolaboratif. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih tangguh dan mandiri bagi negara-negara BRICS.
Ketergantungan terhadap dolar AS menjadi salah satu poin krusial yang dibahas secara mendalam. Negara-negara BRICS berupaya mencari alternatif dan mekanisme pembayaran yang lebih efisien, serta mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi mata uang tunggal. Hal ini sejalan dengan visi jangka panjang untuk memperkuat peran mata uang nasional dalam perdagangan internasional antaranggota BRICS.
Pertemuan di New Delhi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kesepakatan konkret, tetapi juga mengirimkan sinyal kuat mengenai komitmen negara-negara BRICS untuk memainkan peran yang lebih sentral dalam lanskap ekonomi dan politik global. Dengan semakin menguatnya kerja sama, blok ini berpotensi menjadi poros kekuatan baru yang mampu menawarkan alternatif terhadap tatanan yang ada.
