Data pribadi lebih dari 150 juta pemilik Surat Izin Mengemudi (SIM) di Amerika Serikat dan Kanada diduga bocor dan diperjualbelikan di dark web. Kebocoran data masif ini berasal dari perusahaan verifikasi identitas, IDScan.net, yang menyimpan jutaan salinan SIM dan informasi terkait lainnya.
Peristiwa ini terkuak ketika jurnalis keamanan siber, Brian Krebs, menerima informasi pada sekitar 1 September bahwa data SIM, termasuk salinan digitalnya, tersedia untuk dijual melalui layanan pencurian identitas bernama Nexus. Platform tersebut mengiklankan akses ke lebih dari 153 juta SIM. Analisis oleh Krebs bersama peneliti keamanan Zach Edwards mengindikasikan IDScan.net sebagai sumber utama kebocoran.
IDScan.net, perusahaan yang berbasis di Louisiana, menyediakan layanan verifikasi identitas dan usia untuk berbagai industri, mulai dari kasino, apotek ganja, hotel, hingga penyewaan mobil. Menurut pemberitahuan insiden di situs web IDScan.net, perusahaan menerima informasi pada atau sekitar 1 September mengenai pihak ketiga yang tidak berwenang mengakses data pelanggan tersimpan, termasuk nama lengkap, nomor SIM, dan nomor identifikasi pemerintah.
FBI dilaporkan sedang melakukan investigasi terhadap insiden ini, dan basis data yang bocor tersebut telah berhasil dinonaktifkan. Perusahaan IDScan.net disebut tengah memberikan peringatan kepada individu yang terdampak, serta menawarkan layanan pemantauan kredit dan perlindungan identitas. Individu yang terdampak dapat menghubungi nomor 1-833-516-2980 untuk mendaftar.
Kebocoran data SIM ini menimbulkan risiko tinggi terhadap pencurian identitas dan penipuan. Pelaku kejahatan dapat menggunakan data ini untuk membuka rekening keuangan, mengajukan pinjaman atas nama korban, melakukan penipuan pos, membuat identitas palsu, bahkan menciptakan identitas sintetis yang menggabungkan data asli dan palsu untuk melakukan kejahatan.
Bagi pemilik SIM yang datanya terkompromi, disarankan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan umum terhadap pencurian identitas. Ini termasuk menarik laporan kredit, memantau rekening keuangan secara berkala, dan mengaktifkan peringatan penipuan (fraud alert). Mengingat nilai SIM bagi pencuri identitas, Experian juga merekomendasikan permintaan catatan mengemudi dari departemen kendaraan bermotor negara bagian masing-masing dan melakukan pemeriksaan latar belakang diri sendiri. Tindakan ini dapat mengungkap aktivitas penipuan yang mengatasnamakan identitas korban, seperti penilangan polisi, surat perintah penangkapan, atau tuntutan pidana.
