Friday, 11 September 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Ancaman Karhutla Gambut: Api Tersembunyi, Kebakaran Berulang

Oleh Herfansyah September 11, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kerap menjadi momok yang berulang setiap tahunnya, namun akar masalahnya ternyata jauh lebih kompleks dari sekadar api yang terlihat. Para ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menyoroti bahaya laten yang tersimpan di lahan gambut, di mana api dapat terus membara di bawah permukaan tanah, menciptakan ancaman tersembunyi yang sulit dipadamkan.

Tim peneliti dari ITB, yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, M.Eng.Sc., mengungkapkan bahwa lahan gambut yang kering menjadi lahan ideal bagi api untuk menyebar secara diam-diam. “Api di gambut itu sangat berbahaya karena dia membakar dari bawah. Dia tidak butuh banyak oksigen, dia bisa membakar di dalam tanah,” jelas Prof. Heri dalam sebuah diskusi pada 18 September 2023. Fenomena ini berbeda dengan kebakaran pada lahan mineral, yang cenderung lebih mudah dikendalikan karena api umumnya berada di permukaan.

Kondisi gambut yang kering ini, menurut Prof. Heri, diperparah oleh perubahan iklim global yang menyebabkan peningkatan suhu dan pergeseran pola hujan. Lahan gambut yang seharusnya basah dan jenuh air, kini semakin rentan mengering akibat degradasi lingkungan dan praktik pengelolaan lahan yang kurang tepat. Ketika gambut mengering, ia menjadi sangat mudah terbakar, dan api yang masuk ke dalamnya bisa terus menjalar di bawah permukaan tanpa terdeteksi.

Lebih lanjut, Prof. Heri menekankan bahwa api yang membara di bawah permukaan tanah ini sangat sulit untuk dipadamkan. Proses pemadaman konvensional yang fokus pada permukaan seringkali tidak efektif. Api tersebut dapat terus hidup berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, dan dapat muncul kembali ke permukaan kapan saja ketika kondisi memungkinkan. Hal ini menjelaskan mengapa karhutla di lahan gambut seringkali berulang dan sulit diberantas tuntas.

Peneliti lainnya dari tim ITB, Dr. Ardiansyah, S.T., M.T., menambahkan bahwa pemahaman mendalam mengenai karakteristik lahan gambut sangat krusial dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. “Kita perlu teknologi dan strategi yang tepat untuk mendeteksi dan memadamkan api di dalam gambut. Bukan hanya sekadar menyiram air dari atas,” ujar Dr. Ardiansyah. Ia juga menyoroti pentingnya restorasi gambut agar kembali dalam kondisi basah dan sehat, sehingga mengurangi risiko kebakaran di masa mendatang.

Diskusi yang diselenggarakan pada 18 September 2023 ini juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran gambut dan praktik pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai sifat api di lahan gambut, diharapkan upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla dapat dilakukan secara lebih efektif, memutus siklus kebakaran yang merugikan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp