Friday, 11 September 2026
BREAKING
BERITA

Dua Sentimen Utama Dorong Rupiah Tertekan ke Rp 17.590 per Dolar AS

Oleh Emanuel September 11, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Nilai tukar Rupiah hari ini diprediksi mengalami pelemahan signifikan, berpotensi menyentuh angka Rp 17.590 per Dolar Amerika Serikat. Tekanan ini dipicu oleh dua sentimen negatif utama yang membayangi pasar keuangan global, yakni kekhawatiran terhadap risiko fiskal dan rilis data ekonomi Amerika Serikat terbaru.

Analis Valas dari PT Sinarmas Futures, Theo Erwin, mengemukakan bahwa ketidakpastian fiskal menjadi salah satu faktor krusial. “Kekhawatiran mengenai risiko fiskal, terutama di negara-negara berkembang, turut membebani mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah,” jelas Theo dalam keterangan tertulisnya kepada Bisnis, Senin (27/5/2024).

Lebih lanjut, Theo memaparkan bahwa rilis data ekonomi Amerika Serikat juga memberikan dampak negatif. Data-data ekonomi AS yang baru saja dirilis menunjukkan adanya potensi pertumbuhan ekonomi yang solid di negara adidaya tersebut. Pertumbuhan ekonomi yang kuat di AS cenderung menarik minat investor untuk memindahkan dananya ke aset-aset dolar, yang pada gilirannya meningkatkan permintaan terhadap mata uang Paman Sam tersebut.

Kondisi ini menciptakan dinamika penawaran dan permintaan di pasar valuta asing. Peningkatan permintaan Dolar AS, ditambah dengan potensi keluarnya dana dari pasar negara berkembang akibat kekhawatiran fiskal, secara alami akan menekan nilai tukar mata uang negara-negara berkembang seperti Rupiah.

Theo menambahkan bahwa sentimen pelemahan Rupiah ini sejalan dengan prediksi Bank Indonesia (BI) sebelumnya. BI memang telah memperkirakan bahwa nilai tukar Rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 16.200 hingga Rp 17.500 per Dolar AS pada periode tersebut. Prediksi ini mencerminkan kewaspadaan bank sentral terhadap berbagai faktor eksternal dan internal yang dapat memengaruhi stabilitas nilai tukar.

Dengan adanya dua sentimen kuat tersebut, pelaku pasar perlu mencermati pergerakan Rupiah lebih lanjut. Potensi pelemahan ke Rp 17.590 per Dolar AS ini menjadi pengingat akan volatilitas pasar keuangan global dan pentingnya strategi diversifikasi investasi untuk memitigasi risiko.

Bagikan: Facebook X WhatsApp