Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai mengumumkan rencana pembagian dividen interim seiring dengan memasuki pertengahan kuartal III tahun 2026. Kebijakan ini menandakan adanya potensi keuntungan yang dibagikan kepada para pemegang saham sebelum penutupan buku tahunan.
Sebanyak 21 perusahaan tercatat telah merilis jadwal pembagian dividen interim mereka. Daftar ini mencakup berbagai sektor industri, memberikan gambaran tentang kondisi keuangan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di pasar modal Indonesia.
Salah satu emiten yang menjadi sorotan adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), yang menjadwalkan pembayaran dividen interimnya pada 10 September 2026. Perusahaan konstruksi pelat merah ini akan membagikan dividen sebesar Rp 100 per saham, dengan total nilai mencapai Rp 183,13 miliar.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga turut serta dalam pembagian dividen interim. Emiten perbankan raksasa ini akan membagikan dividen interim pada 12 September 2026, dengan nilai Rp 177 per saham. Total dividen yang akan dibagikan oleh BBCA mencapai Rp 2,19 triliun.
Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan membagikan dividen interimnya pada 11 September 2026. Perusahaan telekomunikasi pelat merah ini menetapkan dividen interim sebesar Rp 79,89 per saham, dengan total nilai mencapai Rp 1,61 triliun.
Emiten lain yang juga siap membagikan dividen interim antara lain PT Astra International Tbk (ASII) pada 10 September 2026 sebesar Rp 123 per saham, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) pada 12 September 2026 sebesar Rp 125 per saham, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada 11 September 2026 sebesar Rp 125,55 per saham.
Keputusan pembagian dividen interim ini mencerminkan kinerja positif dan kepercayaan manajemen perusahaan terhadap prospek bisnis di masa mendatang. Bagi para investor, dividen interim ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang menarik.
Selain emiten-emiten besar tersebut, daftar lengkap 21 emiten yang akan membagikan dividen interim beserta jadwal dan nilai per sahamnya dapat diakses melalui pengumuman resmi di Bursa Efek Indonesia. Investor disarankan untuk memantau informasi ini guna mengoptimalkan strategi investasi mereka.
