Penjualan PT Honda Prospect Motor (HPM) di pasar otomotif Indonesia dilaporkan mengalami penurunan signifikan sebesar 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya dominasi merek-merek otomotif asal China yang semakin menggerus pangsa pasar pemain lama, termasuk Honda.
Data terbaru menunjukkan tren penurunan penjualan Honda yang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan internal yang beredar, pada periode Januari-April 2024, HPM hanya mampu menjual sebanyak 30.448 unit. Angka ini berbanding terbalik dengan pencapaian di tahun sebelumnya, di mana pada periode yang sama, Honda berhasil membukukan penjualan mencapai 43.935 unit.
Penurunan performa penjualan Honda ini menjadi indikator kuat adanya pergeseran preferensi konsumen di Indonesia. Merek-merek China, dengan strategi harga yang kompetitif dan fitur-fitur yang semakin modern, berhasil menarik perhatian pasar yang sebelumnya didominasi oleh merek Jepang.
Meskipun demikian, Honda masih memiliki beberapa model yang mampu bertahan di tengah persaingan ketat. Model New Honda Brio tercatat sebagai kontributor terbesar dalam penjualan HPM, dengan total penjualan mencapai 13.010 unit. Diikuti oleh Honda HR-V yang berhasil terjual sebanyak 6.070 unit, serta Honda BR-V dengan angka penjualan 4.773 unit.
Model lain seperti Honda CR-V menyumbang 3.152 unit, Honda City Hatchback 1.956 unit, dan Honda Civic RS 1.308 unit. Sementara itu, Honda WR-V membukukan penjualan 1.239 unit, Honda Civic 80 unit, dan Honda City 49 unit. Honda Accord dan Honda Mobilio mencatatkan penjualan masing-masing 40 unit dan 41 unit.
Penurunan penjualan ini tentu menjadi tantangan besar bagi Honda untuk mengevaluasi kembali strategi pasar mereka di Indonesia. Kenaikan popularitas mobil China bukan hanya fenomena sesaat, melainkan sebuah tren yang perlu direspons dengan inovasi produk dan strategi pemasaran yang lebih agresif agar Honda dapat kembali merebut hati konsumen Indonesia.
