Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) untuk ikut serta dalam upaya pencarian lima jurnalis dan kru yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda. Peristiwa ini terjadi ketika mereka sedang bertugas meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali membenarkan adanya perintah langsung dari Presiden Prabowo tersebut. Instruksi ini menekankan pentingnya pengerahan seluruh sumber daya yang dimiliki TNI AL untuk menemukan para awak media yang belum diketahui keberadaannya.
“Saya sudah perintahkan kepada jajaran saya, kepada Komandan Guspurla (Gugus Tempur Laut) dan Komandan Lantamal (Pangkalan Angkatan Laut) yang ada di wilayah tersebut untuk melakukan pencarian,” ujar Laksamana TNI Muhammad Ali pada Rabu, 26 Juni 2024. Beliau menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah menemukan kelima orang tersebut dalam kondisi selamat.
Menurut informasi yang dihimpun, kelima jurnalis dan kru tersebut hilang saat melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Kapal yang mereka gunakan dilaporkan mengalami kendala dan hilang kontak. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi pasti mengenai nasib para awak media tersebut.
TNI AL, melalui Laksamana Muhammad Ali, menyatakan kesiapan penuh untuk mengerahkan kapal perang dan personelnya. “Kita akan kerahkan semua unsur yang ada di sana untuk membantu pencarian,” tegasnya. Upaya pencarian ini diharapkan dapat segera membuahkan hasil dan menemukan kelima jurnalis serta kru yang hilang.
Perintah Presiden Prabowo ini menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap keselamatan warga negara, termasuk para profesional media yang berdedikasi dalam menjalankan tugas jurnalistik di medan yang berisiko. Kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk TNI AL, diharapkan dapat mempercepat proses pencarian dan memberikan titik terang bagi keluarga para korban.
