Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mengimbau masyarakat untuk tidak panik terkait keberadaan sesar aktif Kendeng. Alih-alih cemas berlebihan, warga diminta untuk lebih memahami potensi risiko yang ada dan senantiasa memperbarui informasi dari sumber resmi demi kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana gempa.
Penegasan ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Surabaya, Irvan Widyanto, pada Selasa (19/03/2024). Ia menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi mengenai sesar Kendeng yang melintasi sebagian wilayah Jawa Timur, termasuk beberapa kawasan di Surabaya.
Menurut Irvan, pengetahuan mengenai sesar Kendeng bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membekali warga dengan pemahaman yang benar. “Kita tidak perlu panik, tapi kita harus kenali risikonya,” ujar Irvan dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa dengan memahami karakteristik sesar dan potensi dampaknya, masyarakat dapat mengambil langkah-langkah antisipatif yang lebih efektif.
BPBD Kota Surabaya secara aktif terus berupaya menyebarkan informasi yang akurat dan terkini mengenai sesar Kendeng. Edukasi ini mencakup penjelasan mengenai bagaimana sesar tersebut bergerak, potensi gempa yang bisa ditimbulkannya, serta langkah-langkah mitigasi bencana yang perlu dilakukan. Warga diimbau untuk selalu merujuk pada data dan imbauan yang dikeluarkan oleh BPBD maupun instansi terkait lainnya.
Selain sosialisasi, BPBD juga mendorong masyarakat untuk melakukan pengecekan mandiri terhadap struktur bangunan di rumah masing-masing. Memastikan bangunan tahan gempa merupakan salah satu upaya konkret untuk meminimalkan risiko kerugian apabila terjadi gempa bumi. “Pastikan rumah kita aman dari gempa,” pungkas Irvan.
Dengan pendekatan yang mengedepankan pemahaman risiko dan kesiapsiagaan, BPBD Kota Surabaya berharap masyarakat dapat hidup berdampingan dengan potensi bencana secara lebih tenang dan bijaksana, tanpa mengabaikan pentingnya persiapan.
