Imigran yang mengalami stroke iskemik memiliki durasi perawatan yang lebih lama di Unit Perawatan Intensif (ICU) dibandingkan dengan warga Kanada yang lama tinggal, termasuk warga negara. Meskipun tingkat penerimaan ICU mereka serupa, perbedaan dalam lama tinggal ini menjadi temuan kunci dari sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal medis Neurology.
Temuan ini menunjukkan bahwa kemungkinan pemberian perawatan penyelamat jiwa yang lebih tinggi pada pasien imigran dapat menjadi faktor utama di balik perbedaan durasi perawatan di ICU. Manav V. Vyas, MD, PhD, seorang ilmuwan tambahan di Institute for Clinical and Evaluative Sciences, Toronto, bersama dengan tim penelitinya, mengemukakan hal ini dalam tulisannya.
Dr. Vyas, yang juga seorang ilmuwan klinisi, menyoroti tren peningkatan jumlah imigran secara global. “Jumlah imigran akan meningkat atau telah meningkat selama bertahun-tahun karena perang, penganiayaan, dan perubahan iklim,” ujarnya, menggarisbawahi pentingnya memahami dampak kesehatan mereka di negara tujuan.
Penelitian ini menganalisis data pasien yang mengalami stroke iskemik, yang merupakan jenis stroke paling umum disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di otak. Meskipun kedua kelompok, imigran dan penduduk jangka panjang Kanada, sama-sama memerlukan perawatan intensif, data menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam lamanya perawatan tersebut.
Para peneliti menduga bahwa perbedaan dalam protokol perawatan atau akses terhadap layanan medis tertentu dapat berkontribusi pada temuan ini. Namun, studi ini tidak merinci jenis perawatan penyelamat jiwa yang lebih sering diberikan kepada imigran, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengklarifikasi hal ini.
Temuan ini penting mengingat meningkatnya populasi imigran di berbagai negara, termasuk Kanada. Memahami disparitas dalam perawatan kesehatan, seperti perbedaan lama tinggal di ICU pasca stroke, dapat membantu dalam mengembangkan strategi perawatan yang lebih efektif dan merata bagi semua pasien, terlepas dari latar belakang imigrasi mereka.
