Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. melakukan perombakan kabinet dengan menunjuk sosok yang tak terduga untuk memimpin badan penting. Mantan juara dunia tinju, Manny Pacquiao, kini dipercaya menjabat sebagai Kepala National Anti-Poverty Commission (NAPC).
Penunjukan ini menjadi salah satu sorotan utama dalam perombakan kabinet yang dilakukan oleh Presiden Marcos Jr. Kehadiran Pacquiao, yang dikenal luas di kancah internasional bukan hanya karena prestasinya di ring tinju, tetapi juga rekam jejaknya sebagai politisi, diharapkan membawa energi baru dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Filipina.
Pacquiao, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Senator, kini akan mengemban tugas berat untuk mengkoordinasikan berbagai program dan inisiatif yang bertujuan mengangkat derajat kehidupan masyarakat miskin. Perannya di NAPC akan sangat krusial dalam merumuskan kebijakan dan memastikan efektivitas bantuan yang disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
Meskipun detail mengenai kapan tepatnya penunjukan ini berlaku dan apa saja prioritas awal Pacquiao sebagai Kepala NAPC belum sepenuhnya terungkap, langkah Presiden Marcos Jr. ini mengindikasikan keinginan untuk melibatkan figur publik yang memiliki popularitas dan kredibilitas untuk menangani isu sosial yang kompleks. Pengalaman Pacquiao sebagai politisi diyakini dapat membantunya dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat akar rumput, serta dalam mengadvokasi kebutuhan kaum miskin.
Penunjukan ini juga membuka babak baru bagi Manny Pacquiao dalam pengabdiannya kepada negara, beralih dari arena olahraga dan politik legislatif menuju eksekutif di bidang penanggulangan kemiskinan. Dunia akan menantikan bagaimana “Pac-Man” akan “bertarung” melawan kemiskinan di Filipina.
