Jakarta – PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI dan PT PAL Indonesia (Persero) resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam operasi maritim dan pengembangan bisnis, yang diharapkan dapat memacu kemajuan industri maritim di tanah air.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama BKI, Aris Soemantri, dan Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, pada hari Selasa, 22 Agustus 2023. Acara tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, di Jakarta.
Perjanjian kerja sama ini mencakup berbagai area strategis yang saling menguntungkan kedua belah pihak. BKI, sebagai lembaga klasifikasi yang memiliki peran vital dalam memastikan standar keselamatan dan kelayakan kapal, akan bersinergi dengan PT PAL Indonesia, galangan kapal nasional yang telah memiliki rekam jejak panjang dalam pembangunan kapal perang dan niaga.
Dalam sambutannya, Menteri BUMN Erick Thohir menekankan pentingnya kolaborasi antar BUMN untuk menciptakan ekosistem industri maritim yang kuat dan mandiri. “Kita harus terus mendorong sinergi antar BUMN. Dengan kolaborasi ini, kita bisa membangun industri maritim yang berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Erick Thohir.
Erick Thohir juga menambahkan bahwa kerja sama antara BKI dan PT PAL Indonesia ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor maritim nasional. “Ini adalah langkah konkret untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Kita punya potensi besar, dan dengan sinergi yang kuat, kita bisa merealisasikannya,” tuturnya.
Melalui Nota Kesepahaman ini, BKI dan PT PAL Indonesia sepakat untuk mengoptimalkan sumber daya dan kapabilitas yang dimiliki masing-masing perusahaan. Sinergi ini diharapkan dapat membuka peluang-peluang bisnis baru, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendorong inovasi dalam pengembangan teknologi maritim.
PT PAL Indonesia, dengan keahliannya dalam manufaktur dan perbaikan kapal, akan mendapatkan dukungan dari BKI dalam hal klasifikasi dan sertifikasi, yang merupakan elemen krusial dalam standar internasional. Sebaliknya, BKI juga dapat memanfaatkan kapabilitas PT PAL Indonesia dalam pengembangan solusi maritim.
Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas bisnis, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia dan transfer teknologi. Diharapkan, kolaborasi ini akan melahirkan terobosan-terobosan baru yang berkontribusi signifikan terhadap kemajuan industri maritim Indonesia secara keseluruhan.
