Tuesday, 8 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Kabut Asap Karhutla Ancam Wisata Outdoor, Kemenparekraf Imbau Wisatawan Tunda Perjalanan

Oleh Muzairi M September 8, 2026 26 minutes lalu 0 komentar

Maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia seiring musim kemarau panjang tahun ini telah menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kualitas udara dan keselamatan publik. Fenomena ini mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mengeluarkan imbauan agar masyarakat, khususnya para wisatawan, menunda atau membatalkan rencana perjalanan ke destinasi wisata yang mengandalkan aktivitas luar ruangan.

Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, pada konferensi pers virtual pada hari Rabu (13/9/2023). Beliau menekankan bahwa keselamatan dan kesehatan wisatawan menjadi prioritas utama di tengah kondisi udara yang semakin memburuk akibat kabut asap.

“Kami mengimbau kepada seluruh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk menunda atau membatalkan perjalanan ke destinasi-destinasi wisata yang terdampak langsung oleh karhutla, terutama yang berfokus pada aktivitas luar ruangan seperti pendakian gunung, wisata alam, dan sebagainya,” ujar Sandiaga Uno.

Data yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa hingga tanggal 12 September 2023, setidaknya 10 provinsi telah menetapkan status siaga darurat penanganan karhutla. Provinsi-provinsi tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Lebih lanjut, Sandiaga Uno menambahkan bahwa Kemenparekraf terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk kementerian/lembaga lain dan pemerintah daerah, untuk memantau perkembangan situasi karhutla secara berkala. Selain imbauan penundaan perjalanan, Kemenparekraf juga mendorong pelaku usaha pariwisata di daerah terdampak untuk mengambil langkah-langkah mitigasi dan pencegahan.

“Kami juga meminta kepada para pelaku usaha pariwisata di daerah terdampak untuk proaktif dalam memberikan informasi terkini kepada calon wisatawan mengenai kondisi kualitas udara dan potensi pembatalan aktivitas. Transparansi informasi sangat penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan,” tegasnya.

Kemenparekraf berharap dengan adanya imbauan ini, masyarakat dapat lebih bijak dalam merencanakan liburan mereka demi menghindari risiko kesehatan dan keselamatan. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat membantu upaya pemerintah dalam penanganan karhutla agar situasi dapat segera pulih dan sektor pariwisata dapat kembali beroperasi secara normal.

Bagikan: Facebook X WhatsApp