Tuesday, 8 September 2026
BREAKING
POLITIK

Pantauan Kapal Perang TNI Ungkap Aktivitas Terbaru Gunung Anak Krakatau Pascabanjir Bandang

Oleh Danu Ilham September 8, 2026 26 minutes lalu 0 komentar

Kapal perang Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut dikerahkan untuk memantau kondisi terkini Gunung Anak Krakatau yang kembali menunjukkan aktivitas vulkanik. Pemantauan ini dilakukan dari titik paling strategis yang memungkinkan pengamatan langsung terhadap gunung berapi tersebut.

Erupsi terbaru Gunung Anak Krakatau terjadi pada awal pekan ini, memicu perhatian lebih lanjut terhadap stabilitasnya. Aktivitas vulkanik ini menjadi perhatian serius mengingat sejarah letusan dahsyat gunung ini di masa lalu.

Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Hendra Gunawan, pada tanggal 12 April 2024 pukul 00:00 hingga 06:00 WIB, Gunung Anak Krakatau teramati mengalami erupsi.

“Tinggi kolom erupsi teramati ± 700 meter di atas puncak,” jelas Hendra Gunawan dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan bahwa kolom abu tersebut berwarna kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah utara. Energi erupsi terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 45 mm dan durasi ± 1 menit 5 detik.

PVMBG masih mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga. Status ini berlaku di seluruh wilayah Indonesia.

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dan tidak melakukan aktivitas di dalam radius lima kilometer dari kawah aktif. Hal ini penting untuk menghindari potensi bahaya yang dapat timbul dari aktivitas vulkanik.

Lebih lanjut, Hendra Gunawan menekankan bahwa masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah pesisir Provinsi Banten dan Lampung agar tetap waspada terhadap potensi ancaman gelombang tinggi laut yang dapat disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau.

Data pemantauan dari kapal perang TNI ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, sehingga langkah mitigasi dan peringatan dini dapat dilakukan secara efektif.

Bagikan: Facebook X WhatsApp