Tuesday, 8 September 2026
BREAKING
BERITA

Tenaga Ahli KSP Ulta Levenia Angkat Isu “Antek Asing” di Tengah Bencana Erupsi 6 Gunung Api

Oleh Emanuel September 8, 2026 25 minutes lalu 0 komentar

Di tengah gelombang erupsi enam gunung api yang melanda Indonesia, nama Ulta Levenia, seorang tenaga ahli di Kantor Staf Presiden (KSP), mencuat ke permukaan. Ia tidak hanya menyoroti fenomena alam tersebut, tetapi juga mengaitkannya dengan isu “antek asing” serta menyebutkan proyek penelitian elektromagnetik HAARP. Pernyataannya ini memicu perhatian publik terhadap pandangannya yang unik di tengah situasi kebencanaan.

Ulta Levenia, yang memegang posisi sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan KSP, mengemukakan pandangannya melalui akun media sosialnya. Ia secara spesifik menyinggung soal adanya pihak-pihak yang disebutnya “antek asing”. Lebih jauh, ia secara eksplisit menghubungkan fenomena erupsi enam gunung api dengan potensi keterlibatan proyek HAARP (High-frequency Active Auroral Research Program), sebuah fasilitas penelitian ionosfer yang berlokasi di Alaska, Amerika Serikat.

Pernyataan Ulta Levenia ini dilontarkan pada hari Rabu, 27 Maret 2024. Ia membandingkan situasi kebencanaan alam yang tengah dihadapi Indonesia dengan kondisi yang terjadi di negara lain. “Lihatlah, enam gunung berapi di Indonesia erupsi bersamaan. Di negara lain, satu gunung saja sudah jadi berita dunia,” tulisnya dalam unggahan yang kemudian viral.

Lebih lanjut, Ulta Levenia mengaitkan peristiwa alam ini dengan narasi yang lebih luas. Ia mempertanyakan apakah erupsi yang terjadi merupakan rangkaian dari “permainan” atau agenda yang lebih besar. “Apakah ini bukan permainan? Apakah ini bukan ancaman nyata dari antek-antek asing yang bermain dengan alam kita?” ungkapnya, menyiratkan adanya campur tangan pihak luar yang tidak diinginkan.

Tidak berhenti di situ, ia secara gamblang menyebutkan keterkaitan dengan proyek HAARP. “HAARP adalah senjata elektromagnetik yang bisa mengendalikan cuaca, bahkan memicu bencana alam. Coba saja kalian lihat sendiri,” tegasnya, seraya mendorong publik untuk melakukan riset mandiri mengenai proyek tersebut.

Pernyataan Ulta Levenia ini menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk para pengamat kebencanaan dan aktivis lingkungan. Beberapa pihak menganggapnya sebagai sebuah peringatan dini yang perlu diwaspadai, sementara yang lain lebih skeptis dan meminta adanya klarifikasi serta bukti yang lebih kuat sebelum menarik kesimpulan. Keterlibatan KSP dalam isu ini juga menjadi sorotan, mengingat posisi Ulta Levenia sebagai tenaga ahli di lembaga pemerintah.

Bagikan: Facebook X WhatsApp