Presiden terpilih Prabowo Subianto menegaskan sikap tegas terhadap perusahaan yang terbukti bersalah menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia menginstruksikan dilakukannya investigasi mendalam untuk mengusut tuntas keterlibatan korporasi dalam peristiwa yang merugikan tersebut. Ancaman pencabutan izin menjadi sanksi serius bagi pelaku.
Dalam sebuah pernyataannya, Prabowo secara eksplisit menyatakan, “Saya akan cabut izinnya kalau memang terbukti ada perusahaan yang membakar hutan.” Pernyataan ini disampaikan di tengah maraknya kasus karhutla yang seringkali menimbulkan dampak luas, mulai dari gangguan kesehatan hingga kerugian ekonomi.
Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan transparan. Ia menginginkan agar proses investigasi berjalan secara komprehensif, tidak hanya menyasar individu, tetapi juga menelusuri akar permasalahan yang melibatkan korporasi. Hal ini menunjukkan komitmennya untuk memberantas praktik-praktik yang merusak lingkungan.
Lebih lanjut, Prabowo menggarisbawahi bahwa pemerintah ke depan akan memberikan perhatian serius terhadap isu lingkungan, termasuk pencegahan dan penanggulangan karhutla. Ia berharap dengan adanya tindakan tegas ini, perusahaan-perusahaan akan lebih bertanggung jawab dan tidak lagi melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan.
Pemerintah juga akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan lembaga terkait, untuk menciptakan ekosistem yang lebih lestari. Langkah-langkah preventif dan edukatif akan terus digencarkan guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian hutan.
