Monday, 7 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Erupsi Anak Krakatau Lumpuhkan Penerbangan, Penumpang Cari Jalur Darat dan Laut

Oleh Muzairi M September 7, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali mengganggu mobilitas publik, kali ini berdampak signifikan pada sektor transportasi udara. Hujan abu vulkanik yang menyelimuti wilayah udara di sekitar bandara memaksa otoritas penerbangan untuk menutup operasional bandara demi menjamin keselamatan penerbangan. Keputusan ini menyebabkan ratusan penerbangan mengalami pembatalan dan penundaan, melumpuhkan aktivitas di bandara dan meninggalkan ribuan penumpang dalam ketidakpastian.

Penutupan bandara, yang dampaknya mulai terasa sejak Minggu (23/4/2023), menghentikan seluruh aktivitas penerbangan komersial. Keputusan tersebut diambil berdasarkan rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menyatakan adanya peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Sebaran abu vulkanik yang meluas dinilai membahayakan operasional pesawat.

Pihak otoritas bandara, melalui pernyataan resminya, mengonfirmasi penutupan operasional. “Kami menutup bandara terhitung mulai hari Minggu, tanggal 23 April 2023, pukul 07.00 WIB hingga situasi dinyatakan aman oleh pihak berwenang,” ujar seorang perwakilan otoritas bandara yang enggan disebutkan namanya. Tindakan ini diambil sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terhadap potensi risiko yang ditimbulkan oleh abu vulkanik, yang dapat merusak mesin pesawat dan mengganggu visibilitas pilot.

Situasi ini tentu saja menimbulkan berbagai tantangan bagi para penumpang yang telah merencanakan perjalanan mereka. Banyak penumpang yang terpaksa mencari alternatif transportasi untuk mencapai tujuan mereka. Jalur darat dan laut menjadi pilihan utama bagi mereka yang tidak dapat menunda keberangkatan. Armada bus dan kapal feri dilaporkan mengalami lonjakan penumpang, meskipun perjalanan melalui jalur alternatif ini membutuhkan waktu tempuh yang jauh lebih lama.

Salah seorang penumpang, Ibu Ani, yang seharusnya terbang ke Surabaya, mengungkapkan kekecewaannya. “Saya harus segera sampai di rumah karena ada urusan keluarga yang mendesak. Sekarang saya harus mencari bus, tapi antreannya panjang sekali,” keluhnya saat ditemui di terminal keberangkatan.

Menanggapi kondisi ini, beberapa maskapai penerbangan telah mengumumkan kebijakan kompensasi bagi penumpang yang terdampak. Penumpang diberikan opsi untuk melakukan reschedule penerbangan tanpa dikenakan biaya tambahan, refund tiket, atau pengalihan ke moda transportasi lain yang bekerja sama dengan maskapai. “Kami memahami ketidaknyamanan yang dialami penumpang. Kami berusaha memberikan solusi terbaik agar mereka tetap dapat melanjutkan perjalanan,” ujar perwakilan salah satu maskapai.

Pihak BMKG dan PVMBG terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Informasi terkini mengenai status gunung berapi dan sebaran abu vulkanik akan terus diperbarui untuk memberikan panduan kepada masyarakat dan otoritas terkait. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan operasional bandara akan kembali normal. Para penumpang dihimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pihak bandara dan maskapai penerbangan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp