Pedro Acosta, pembalap muda yang digadang-gadang sebagai bintang masa depan, mengalami momen menegangkan saat motornya mogok sebanyak dua kali pada sesi Sabtu di Assen. Insiden pertama terjadi pada Free Practice 2 (FP2), diikuti oleh kejadian serupa di kualifikasi kedua (Q2) yang membuatnya harus puas memulai balapan dari posisi kedelapan. Situasi ini langsung memicu kekhawatiran, mengingat rekam jejak masalah teknis yang telah mengganggu Acosta di beberapa seri sebelumnya.
Manajer tim KTM, Aki Ajo, tampil ke publik untuk memberikan klarifikasi mendalam terkait insiden tersebut. Berbicara di siaran langsung MotoGP menjelang balapan sprint, Ajo menjelaskan bahwa akar masalahnya terletak pada sistem sensor motor. "Motor MotoGP memiliki banyak sensor untuk memastikan motor bekerja dengan baik, dan beberapa di antaranya juga berfungsi untuk keselamatan balapan," ujar Ajo. Ia menambahkan, "Pagi ini, ketika pembalap melibas kerb, sensor tersebut memicu mode darurat pada motor, dan itulah yang menyebabkan motor berhenti."
Ajo secara tegas menyatakan bahwa "tidak ada yang benar-benar salah dengan motor" dari segi kerusakan mekanis yang fatal. Menurutnya, Pedro Acosta telah melakukan segalanya dengan benar dalam mengendalikan motornya. "Kami perlu bereaksi dengan cara yang benar, dan sekarang masalahnya sudah teratasi," lanjut Ajo, memberikan jaminan bahwa tim telah menemukan solusi untuk kejadian di Assen.
Lebih lanjut, Ajo membela gaya balap agresif Acosta yang kerap memanfaatkan kerb sirkuit untuk mencari kecepatan. "Saya akan katakan bahwa dia memiliki gaya balap yang benar dan dia melakukannya dengan baik, tetapi terkadang Anda mencapai beberapa batas untuk nilai-nilai tertentu," jelas Ajo. Ia mengindikasikan bahwa getaran atau guncangan ekstrem saat Acosta melibas kerb dengan kecepatan tinggi telah mencapai ambang batas yang belum pernah tercapai sebelumnya, sehingga memicu sensor keamanan. "Pedro pasti membalap dengan benar dan mencoba melakukan yang terbaik. Namun, ketika Anda melibas kerb, motor bergerak, dan mungkin ada nilai yang belum pernah kami capai sebelumnya, dan sayangnya, pagi ini kami mencapainya. Tapi itu sama sekali bukan masalah, dan kami berharap untuk balapan yang solid."
Penting untuk dicatat, Aki Ajo juga menekankan bahwa masalah sensor di Assen ini sama sekali tidak berkaitan dengan insiden serius yang dialami Acosta di Grand Prix Catalunya sebelumnya. Di GP Catalan, masalah teknis pada motor RC16 milik Acosta berujung pada tabrakan mengerikan dengan Alex Marquez. "Saya hanya ingin menggarisbawahi bahwa ini tidak ada hubungannya dengan masalah di Barcelona," tegas Ajo. "Itu adalah masalah yang berbeda, seperti yang sudah saya jelaskan."
Namun, insiden di Assen ini menambah panjang daftar masalah teknis yang dihadapi KTM dan Pedro Acosta musim ini. Sebelum GP Belanda, Acosta juga mengalami masalah teknis yang menyebabkan ia tersingkir dari Grand Prix Republik Ceko akhir pekan lalu, bahkan berujung pada kecelakaan dalam balapan sprint. Setelah insiden di Ceko tersebut, Acosta secara terbuka mendesak KTM untuk segera menemukan jawaban dan solusi atas masalah keandalan yang terus menghantuinya.
Kekhawatiran terhadap keandalan motor KTM semakin diperkuat oleh laporan yang beredar selama akhir pekan Assen. Kabarnya, KTM terpaksa menurunkan performa mesin mereka demi mengatasi masalah keandalan yang sedang berlangsung. Sebuah perbaikan permanen dan menyeluruh untuk masalah keandalan ini bahkan dikabarkan tidak akan tiba hingga Grand Prix Jerman bulan depan di Sachsenring. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun masalah sensor di Assen telah teridentifikasi dan diatasi, KTM masih memiliki pekerjaan rumah besar terkait stabilitas performa mesin mereka secara keseluruhan.
Situasi ini menempatkan KTM di bawah tekanan besar. Meskipun Aki Ajo meyakinkan bahwa masalah di Assen sudah "teratasi" dan "tidak ada yang salah secara fundamental" dengan motor, frekuensi masalah teknis yang dialami pembalap sekelas Pedro Acosta tentu menimbulkan pertanyaan. Keandalan adalah faktor krusial dalam balapan MotoGP yang sangat kompetitif, dan serangkaian insiden ini dapat menghambat potensi penuh Acosta serta ambisi KTM di musim ini.
Dengan penjelasan dari Aki Ajo, penyebab langsung masalah motor Pedro Acosta di Assen kini terang benderang. Meskipun demikian, insiden ini tetap menjadi pengingat akan tantangan keandalan yang terus-menerus dihadapi oleh KTM. Sementara tim berupaya keras untuk memastikan motor Acosta tampil solid di balapan Assen, mata publik dan penggemar MotoGP akan tertuju pada Grand Prix Jerman, di mana perbaikan yang lebih substansial diharapkan dapat mengakhiri rentetan masalah teknis yang membayangi sang rookie sensasional ini. Masa depan performa Acosta dan reputasi keandalan KTM sangat bergantung pada kemampuan mereka untuk memberikan solusi jangka panjang.











