ASSEN – Jorge Martin berhasil mengamankan posisi terdepan atau pole position perdananya bersama tim Aprilia di sirkuit legendaris Assen, Belanda, meskipun sempat terlibat dalam insiden pelanggaran bendera kuning. Pebalap asal Spanyol ini menunjukkan performa luar biasa dalam sesi kualifikasi, menorehkan sejarah bagi Aprilia dengan dominasi fantastis di barisan depan.
Momen emosional bagi Martin terjadi di "Katedral Balap" Assen, di mana ia mengungkapkan kebahagiaannya atas pencapaian penting ini. "Mendapatkan pole position pertama saya bersama Aprilia di Assen, Katedral ini, sungguh emosional," ujar Martin di parc ferme. Ia menambahkan bahwa meraih pole di Assen merupakan salah satu pencapaian terbesar dalam karier seorang pebalap. Meski demikian, Martin mengakui bahwa balapan akan sulit dan rival utamanya, Marco Bezzecchi, tampaknya sedikit lebih unggul dalam kecepatan, namun mereka terus berusaha mendekati celah tersebut.
Insiden bendera kuning yang melibatkan Martin terjadi saat sesi latihan bebas terakhir (FP2). Saat itu, ia mencatatkan waktu sektor terbaik pribadinya ketika melewati area yang telah ditandai dengan sinyal bendera kuning. Situasi ini memicu penyelidikan oleh Steward FIM MotoGP, yang mengeluarkan pernyataan tegas mengenai pentingnya keselamatan. "Demi keselamatan semua orang, pebalap harus menunjukkan pengurangan kecepatan di sektor mana pun yang menampilkan sinyal kuning," demikian bunyi pernyataan resmi dari Steward FIM MotoGP, menegaskan aturan yang harus dipatuhi.
Beruntungnya bagi Martin, pelanggaran ini merupakan kesalahan pertamanya musim ini. Oleh karena itu, ia hanya menerima "Peringatan Resmi" tanpa harus menghadapi penalti grid atau hukuman double long lap seperti yang ia alami pada akhir pekan sebelumnya di Brno, setelah menyebabkan kecelakaan di Tikungan 1 di Hungaria. Keputusan ini memungkinkan Martin untuk mempertahankan pole position-nya, sebuah keuntungan krusial untuk balapan sprint dan balapan utama.
Pencapaian Martin di Assen juga menjadi sorotan karena menandai dominasi historis Aprilia. Tim pabrikan asal Italia itu berhasil menempatkan empat pebalapnya di posisi terdepan kualifikasi, sebuah prestasi yang menunjukkan peningkatan signifikan performa RS-GP. Di antara pebalap pabrikan Aprilia, Ai Ogura dari tim satelit Trackhouse Aprilia berhasil menyodok ke posisi kedua, melengkapi barisan depan yang didominasi motor Noale.
Sementara itu, pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi, yang sebelumnya mendominasi ketiga sesi latihan bebas, harus puas memulai balapan dari posisi ketiga. Pebalap Italia itu kehilangan lap terbaiknya akibat bendera kuning yang disebabkan oleh masalah teknis pada motor KTM milik Pedro Acosta. Meskipun demikian, Bezzecchi menyatakan kepuasannya dengan hasil kualifikasi dan kecepatan balapnya. "Kualifikasi berjalan baik, dan kecepatan saya juga bagus, jadi saya puas dengan performanya," kata Bezzecchi. Ia mengakui kekecewaan karena insiden bendera kuning, namun menekankan pentingnya start dari barisan depan dan berterima kasih kepada timnya atas kerja keras mereka.
Persaingan di klasemen kejuaraan juga semakin memanas. Bezzecchi akan memulai balapan dengan keunggulan delapan poin atas Martin, membuat setiap poin di Assen menjadi sangat krusial. Kehadiran Martin di posisi terdepan dan Bezzecchi di posisi ketiga menjanjikan pertarungan sengit sejak awal balapan.
Melengkapi barisan depan adalah Ai Ogura, pebalap Trackhouse Aprilia yang sebelumnya meraih pole di Brno. Ogura menyatakan bahwa kualifikasi berjalan baik dan ia menyadari tingkat kompetisi yang tinggi di sirkuit ini. "Kualifikasi berjalan baik lagi. Kami tahu kami cukup kompetitif kemarin, tetapi kualifikasi selalu sedikit rumit. Sepertinya semua orang melaju cepat di lintasan ini, jadi kita lihat bagaimana di Sprint," ujarnya, menunjukkan kesiapan menghadapi tantangan.
Di barisan kedua, ada cerita tersendiri. Rekan setim Ogura, Raul Fernandez, awalnya mencatatkan lap tercepat kualifikasi, namun harus turun posisi setelah dinyatakan melewati batas lintasan. Ia akan memulai balapan dari barisan kedua, bersama dua pebalap Ducati, Pecco Bagnaia dan Fabio di Giannantonio. Kejutan datang dari juara bertahan Marc Marquez, yang hanya mampu mengamankan posisi ketujuh, menunjukkan betapa kompetitifnya grid MotoGP saat ini.
Dengan formasi grid yang penuh drama dan kejutan ini, balapan sprint dan balapan utama MotoGP Assen 2026 diprediksi akan menyajikan tontonan yang mendebarkan. Para pebalap akan berjuang keras untuk meraih poin maksimal, terutama Jorge Martin yang berambisi memanfaatkan pole position-nya untuk memperkecil jarak dengan Marco Bezzecchi di puncak klasemen kejuaraan dunia.











