Sunday, 6 September 2026
BREAKING
POLITIK

Kronologi Erupsi Gunung Anak Krakatau: Dari Aktivitas Meningkat hingga Semburan Lava

Oleh Danu Ilham September 6, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merinci perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang menunjukkan peningkatan signifikan sejak Juli 2026. Perkembangan ini ditandai dengan munculnya semburan lava pijar serta suara dentuman yang terdengar jelas.

Periode kritis erupsi gunung api yang terletak di Selat Sunda ini dimulai pada 25 Juli 2026. Pada tanggal tersebut, terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang teramati, mengindikasikan adanya dinamika di dalam tubuh gunung.

Menyusul peningkatan awal, pada 29 Juli 2026, Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengalami erupsi eksplosif. Erupsi ini menghasilkan kolom abu vulkanik yang membubung hingga ketinggian 1.000 meter di atas puncak kawah. Kejadian ini menjadi penanda awal dari fase erupsi yang lebih intens.

Puncak aktivitas terekam pada 10 Agustus 2026, ketika Gunung Anak Krakatau kembali memuntahkan abu vulkanik. Kali ini, kolom abu yang terlontar mencapai ketinggian 1.500 meter dari puncak. Intensitas letusan pada tanggal ini menunjukkan energi yang lebih besar.

Selanjutnya, pada 17 Agustus 2026, terjadi erupsi strombolian yang menghasilkan lava pijar. Fenomena ini semakin mempertegas status aktivitas gunung yang terus meningkat. Selain lava pijar, erupsi tersebut juga disertai dengan suara dentuman yang terdengar jelas, menambah kekhawatiran masyarakat di sekitar.

Badan Geologi ESDM terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau secara intensif. Data dan observasi yang dilakukan bertujuan untuk memberikan informasi terkini dan akurat kepada publik serta pihak terkait guna mengantisipasi potensi bahaya lebih lanjut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp