Sunday, 6 September 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Erupsi Anak Krakatau Lumpuhkan Langit Jakarta, Ratusan Penerbangan Batal

Oleh Herfansyah September 6, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Langit Jakarta terpantau lengang dari aktivitas penerbangan pada hari Sabtu (22/12/2018) lalu, menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang memicu gelombang tsunami di pesisir Banten dan Lampung. Data dari Flightradar24 menunjukkan ketiadaan pesawat yang melintas di wilayah udara Jakarta, mengindikasikan dampak signifikan terhadap operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Manajer Humas PT Angkasa Pura II, Yado Yaris Riyanto, mengonfirmasi bahwa erupsi Anak Krakatau menyebabkan penutupan sementara landasan pacu Bandara Soetta. Keputusan ini diambil demi keselamatan penerbangan, mengingat debu vulkanik yang dikeluarkan gunung api tersebut dapat membahayakan mesin pesawat. Menurutnya, penutupan ini berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB.

Dampak dari penutupan ini sangat terasa. Setidaknya 150 penerbangan dari dan menuju Bandara Soetta mengalami pembatalan (delay) dan pengalihan rute. “150 penerbangan yang terdampak, ada yang delay, ada yang dialihkan,” ujar Yado.

Kondisi ini tidak hanya dialami oleh maskapai yang melayani rute domestik, tetapi juga penerbangan internasional. Salah satu maskapai yang terdampak adalah Garuda Indonesia. Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara, menyatakan bahwa sejumlah penerbangan maskapai pelat merah itu harus ditunda keberangkatannya. “Penerbangan Garuda Indonesia yang seharusnya berangkat pada pagi hari terpaksa harus ditunda,” katanya.

Penutupan bandara akibat erupsi gunung berapi bukanlah hal baru bagi Indonesia. Juru Bicara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Hary Djatmiko, menjelaskan bahwa debu vulkanik yang terlontar ke atmosfer dapat menyebar hingga ketinggian ribuan meter. “Debu vulkanik ini bisa terbang sampai ketinggian 15.000 kaki, bahkan lebih,” terang Hary. Ia menambahkan bahwa sebaran debu tersebut sangat berbahaya bagi mesin pesawat, karena dapat menyebabkan kerusakan serius.

BMKG terus memantau pergerakan debu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau. Informasi terkini mengenai sebaran abu tersebut akan disampaikan kepada otoritas penerbangan dan maskapai untuk memastikan keselamatan operasional penerbangan. Situasi di Bandara Soetta berangsur normal setelah kondisi udara dinyatakan aman untuk dilalui pesawat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp