Bandung – Bandara Internasional Husein Sastranegara di Bandung terpaksa menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu. Keputusan penutupan ini diambil menyusul adanya paparan abu vulkanik yang berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pihak otoritas bandara mengumumkan penutupan mulai pukul 14:00 WIB pada hari ini, Selasa (26/12/2017). Penutupan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi kembali berdasarkan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta penyebaran abu vulkanik.
General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Husein Sastranegara, Yudis D.D. Sinung Baskoro, menyatakan bahwa keputusan ini merupakan langkah antisipasi demi menjaga keselamatan penerbangan. “Kami menutup bandara ini untuk sementara waktu karena adanya abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang mengarah ke wilayah Bandung,” ujar Yudis.
Yudis menambahkan bahwa pihaknya terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk BMKG dan PVMBG. Informasi mengenai jadwal pembukaan kembali bandara akan segera diumumkan setelah kondisi dinyatakan aman untuk operasional penerbangan.
Akibat penutupan ini, sejumlah penerbangan mengalami pembatalan. Maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Husein Sastranegara dilaporkan telah mengambil langkah penyesuaian jadwal penerbangan untuk meminimalkan dampak terhadap penumpang. Penumpang diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing terkait status penerbangan mereka.
Fenomena abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang membahayakan penerbangan bukanlah kali pertama terjadi. Aktivitas gunung berapi yang terletak di Selat Sunda ini memang kerap menimbulkan kekhawatiran bagi dunia penerbangan di sekitarnya. Abu vulkanik dapat merusak mesin pesawat dan mengganggu visibilitas pilot, sehingga keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional bandara.
