Teheran mendesak warga negara Amerika Serikat untuk menolak mentah-mentah tawaran perekrutan yang mengatasnamakan bantuan pelunasan utang, yang sejatinya bertujuan mengirim mahasiswa AS ke medan perang melawan Iran. Imbauan ini disampaikan oleh pejabat Iran, menyikapi laporan adanya praktik perekrutan yang meresahkan tersebut.
Kementerian Intelijen Iran mengumumkan pada Selasa, 20 Februari 2024, bahwa mereka telah mengidentifikasi dan menghentikan upaya perekrutan yang menyasar mahasiswa Amerika Serikat yang memiliki beban finansial. Menurut laporan kementerian, beberapa kelompok telah mencoba merekrut individu-individu ini dengan janji bantuan pelunasan utang, namun tujuan sebenarnya adalah untuk mengirim mereka ke garis depan pertempuran.
Dalam sebuah pernyataan resmi, kementerian menekankan bahwa tindakan ini merupakan bentuk perang hibrida dan psikologis yang dilancarkan oleh musuh-musuh Iran. “Upaya ini bertujuan untuk menciptakan ketidakamanan di dalam negeri dan mengganggu ketenangan masyarakat Iran,” ujar pernyataan tersebut, yang juga mengutip pernyataan dari Kementerian Intelijen Iran.
Kementerian Intelijen Iran juga merilis daftar nama beberapa individu yang diduga terlibat dalam jaringan perekrutan tersebut. Beberapa di antaranya adalah warga negara Amerika Serikat yang diketahui memiliki riwayat keterlibatan dengan kelompok-kelompok yang dianggap anti-Iran. Pihak kementerian menegaskan bahwa mereka terus memantau dan akan menindak tegas setiap upaya yang mengancam keamanan nasional.
Lebih lanjut, kementerian mengimbau masyarakat, khususnya mahasiswa dan kaum muda di Amerika Serikat, untuk waspada terhadap segala bentuk tawaran yang mencurigakan. “Jangan pernah percaya pada janji-janji manis yang berujung pada pengorbanan diri Anda dalam konflik yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan Anda,” tegas pernyataan tersebut.
Langkah Iran ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional dan global. Perekrutan yang berkedok bantuan finansial ini dianggap sebagai taktik baru yang licik untuk mengeksploitasi kerentanan ekonomi individu demi kepentingan geopolitik yang lebih besar. Iran menegaskan komitmennya untuk melindungi kedaulatan dan keamanan negaranya dari segala bentuk ancaman, baik yang bersifat fisik maupun non-fisik.
