Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan akan menggunakan jet pribadi mewah yang merupakan hadiah dari Qatar sebagai pesawat kepresidenan dalam perjalanannya ke Irlandia pada akhir bulan ini. Keputusan ini mengesampingkan penggunaan Air Force One yang merupakan pesawat resmi kepresidenan AS.
Menurut laporan, jet yang akan digunakan Trump adalah Boeing 757 yang telah dimodifikasi secara mewah. Pesawat ini merupakan salah satu dari dua jet pribadi yang dihadiahkan oleh Emir Qatar kepada Trump sebagai bentuk apresiasi atas investasi bisnisnya di negara tersebut. Penggunaan jet hadiah ini memicu kekhawatiran mengenai aspek keselamatan dan etika.
Air Force One, yang merupakan simbol kekuatan dan keamanan kepresidenan AS, biasanya menjadi pilihan utama untuk perjalanan luar negeri presiden. Namun, dalam kasus ini, Trump memilih alternatif yang berbeda, menimbulkan pertanyaan tentang alasan di balik keputusan tersebut.
Seorang sumber yang dekat dengan masalah ini, yang berbicara dengan syarat anonimitas, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil atas pertimbangan Trump sendiri. “Dia menyukainya (jet tersebut),” ujar sumber tersebut, merujuk pada jet hadiah dari Qatar. Pesawat ini diketahui memiliki interior yang sangat mewah, mencerminkan gaya hidup Trump yang dikenal glamor.
Pihak Gedung Putih belum memberikan komentar resmi mengenai penggunaan jet non-standar untuk perjalanan presiden kali ini. Namun, keputusan ini berpotensi menimbulkan perdebatan mengenai penggunaan aset pribadi atau hadiah dalam tugas kenegaraan, serta implikasinya terhadap protokol keamanan kepresidenan.
Perjalanan ke Irlandia dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan ini. Rincian pasti mengenai jadwal dan tujuan kunjungan tersebut masih belum diumumkan secara luas. Namun, penggunaan jet hadiah ini menjadi sorotan utama menjelang perjalanan tersebut.
