Jakarta, [Tanggal Penulisan Artikel – Misal: 27 Juni 2024] – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan bahwa Stasiun KRL Jakarta International Stadium (JIS) akan memperpanjang jam operasionalnya secara khusus saat terdapat gelaran acara besar seperti konser atau event yang berlangsung hingga larut malam. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi kebutuhan mobilitas masyarakat yang pulang dari acara di stadion megah tersebut.
Penegasan ini disampaikan Dudy dalam sebuah media briefing di Jakarta Selatan pada Jumat (26/6) lalu. Menurutnya, jam operasional reguler KRL di Stasiun JIS saat ini terbatas hingga pukul 21.30 WIB. Dengan adanya perpanjangan jam layanan, diharapkan para pengunjung event tidak perlu khawatir kesulitan akses transportasi publik untuk kembali ke rumah setelah acara selesai. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menyediakan layanan transportasi yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan publik.
Selain penyesuaian jam operasional, Stasiun KRL JIS juga akan mengalami pengembangan infrastruktur yang signifikan. Dudy mengungkapkan bahwa stasiun yang saat ini hanya memiliki satu peron, akan segera dilengkapi dengan peron kedua dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Penambahan peron ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi layanan, mengingat saat ini rute KRL menuju JIS masih harus melalui Stasiun Tanjung Priok dari Jakarta Kota. Pengembangan ini akan memudahkan alur penumpang serta mempercepat waktu tunggu dan keberangkatan kereta.
Stasiun KRL JIS sendiri baru diresmikan dan mulai beroperasi secara resmi pada Senin (22/6) lalu. Kehadiran stasiun baru ini menandai babak baru dalam konektivitas transportasi publik menuju kawasan Jakarta International Stadium. Sebagai salah satu ikon baru Jakarta, JIS diharapkan dapat diakses dengan mudah oleh seluruh lapisan masyarakat, baik untuk keperluan event olahraga, konser musik, maupun kegiatan lainnya.
Stasiun JIS melayani rute KRL Jakarta Kota-Tanjung Priok, yang dikenal sebagai Pink Line. Lokasinya strategis, berada di antara Stasiun Ancol dan Stasiun Tanjung Priok. Penempatan ini memastikan aksesibilitas langsung bagi masyarakat yang ingin menuju kawasan stadion tanpa perlu berpindah moda transportasi berkali-kali. Jaringan KRL Pink Line yang sudah ada kini semakin diperkaya dengan titik akses krusial ini.
Lebih lanjut, Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa Stasiun JIS tidak hanya berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan jaringan KRL yang lebih luas di Jabodetabek. Melalui koneksi di Stasiun Kampung Bandan dan Jakarta Kota, stasiun ini memungkinkan penumpang untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai penjuru ibu kota dan kota-kota penyangga lainnya. Hal ini menjadikan Stasiun JIS sebagai bagian integral dari ekosistem transportasi publik yang terpadu dan berkelanjutan di wilayah metropolitan Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut menyampaikan antusiasmenya saat peresmian Stasiun JIS yang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta. Menurutnya, keberadaan stasiun ini akan secara signifikan memperluas opsi akses bagi masyarakat menuju kawasan JIS. Baik untuk menyaksikan pertandingan olahraga seru, menikmati konser dari musisi favorit, maupun berwisata ke kawasan Ancol yang juga tidak jauh dari stadion.
Pramono Anung menambahkan bahwa konektivitas antara JIS dan Ancol kini semakin kuat. Masyarakat memiliki beragam pilihan moda transportasi, mulai dari KRL, TransJabodetabek, hingga TransJakarta. Integrasi ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas dan mendorong penggunaan transportasi publik, sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota yang ramah lingkungan dan efisien dalam mobilitas warganya.
Pengembangan fasilitas dan layanan di Stasiun KRL JIS menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan pusat dalam mendukung keberadaan Jakarta International Stadium sebagai pusat kegiatan berskala nasional dan internasional. Dengan akses yang mudah, aman, dan nyaman, diharapkan JIS dapat menarik lebih banyak pengunjung dan menjadi salah satu destinasi utama di Jakarta. Perpanjangan jam operasional KRL dan penambahan peron adalah langkah konkret untuk mewujudkan pengalaman terbaik bagi para pengguna transportasi publik, terutama saat event-event besar berlangsung hingga larut malam.











