Saturday, 5 September 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Suara Dentuman Diduga dari Anak Krakatau Terdengar Tak Merata, PVMBG Jelaskan Fenomena Unik Perambatan Suara

Oleh Herfansyah September 5, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Suara dentuman yang diduga berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau pada 23 November 2023 lalu dilaporkan tidak terdengar seragam di semua wilayah. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan adanya fenomena akustik unik yang memungkinkan suara erupsi merambat hingga ratusan kilometer, menjelaskan perbedaan persepsi pendengaran di berbagai lokasi.

Menurut Kepala PVMBG, Hendra Gunawan, suara tersebut memang terdengar di beberapa daerah, namun tidak di semua tempat yang diperkirakan. Fenomena ini, jelasnya, sangat bergantung pada kondisi atmosfer. “Kondisi atmosfer yang berbeda dapat mempengaruhi perambatan gelombang suara. Gelombang suara ini bisa memantul, teredam, atau bahkan menguat tergantung pada kerapatan, suhu, dan kelembaban udara,” ujar Hendra Gunawan dalam keterangannya.

Hendra Gunawan menambahkan bahwa gelombang suara dari erupsi Anak Krakatau ini dapat merambat sangat jauh, bahkan hingga ratusan kilometer. Jarak tempuh yang ekstrem ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk gradien suhu di atmosfer. “Pada kondisi tertentu, lapisan atmosfer yang lebih dingin di bawah lapisan yang lebih hangat dapat memantulkan kembali gelombang suara ke permukaan bumi, sehingga suara dapat terdengar lebih jauh dari yang seharusnya,” jelasnya.

Ia mencontohkan, suara dari letusan gunung berapi sering kali dapat didengar di lokasi yang cukup jauh, bahkan ketika sumber suara tidak berada di area yang padat penduduk. Hal ini turut dipengaruhi oleh topografi dan hambatan alam lainnya.

PVMBG mencatat bahwa pada tanggal 23 November 2023, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi eksplosif yang menghasilkan kolom abu setinggi kurang lebih 1.000 meter di atas puncak kawah. Kolom abu tersebut teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, bergerak ke arah barat laut. Erupsi ini tercatat memiliki amplitudo maksimum 65 mm dengan durasi 129 detik.

Meskipun suara dentuman tidak terdengar merata, PVMBG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Status Gunung Anak Krakatau saat ini adalah Waspada (Level II), yang berarti masyarakat dilarang mendekati kawah dalam radius 5 kilometer dari puncak.

Bagikan: Facebook X WhatsApp