Pasangan suami istri asal Amerika Serikat (AS), Libby Rome dan suaminya, telah memilih gaya hidup unik dengan menjadikan kapal pesiar sebagai tempat tinggal utama mereka. Keputusan tak lazim ini telah mereka jalani selama lebih dari tiga tahun terakhir, mengubah persepsi umum tentang hunian.
Libby Rome mengungkapkan bahwa biaya hidup mereka di kapal pesiar ini ternyata cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp1,1 juta per hari. Angka ini mencakup berbagai kebutuhan pokok dan hiburan yang ditawarkan oleh kehidupan di atas kapal.
Pasangan ini pertama kali memulai petualangan mereka pada Januari 2021. Berawal dari sebuah rencana perjalanan yang lebih singkat, Libby dan suaminya kemudian memutuskan untuk memperpanjang masa tinggal mereka di kapal pesiar. Keputusan ini didorong oleh kenyamanan dan fleksibilitas yang mereka rasakan.
Libby menjelaskan, “Kami memulai dengan rencana pelayaran 114 hari. Kami menyukai gaya hidup tersebut sehingga kami terus memperpanjang masa tinggal kami.” Pengalaman ini membuktikan bahwa kapal pesiar dapat menjadi alternatif hunian yang menarik bagi sebagian orang.
Selama tinggal di kapal pesiar, pasangan ini telah mengunjungi berbagai destinasi menarik. Mereka telah berlayar ke 45 negara, menikmati pemandangan dan budaya yang beragam di setiap pelabuhan. Total jarak yang telah mereka tempuh mencapai 231.165 mil, sebuah pencapaian luar biasa yang menunjukkan dedikasi mereka terhadap gaya hidup ini.
Libby juga membagikan bahwa ia dan suaminya hanya perlu membayar biaya tambahan untuk beberapa hal di luar paket pelayaran standar. “Kami hanya perlu membayar untuk minuman beralkohol, laundry, dan tips,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang matang, biaya hidup di kapal pesiar bisa dikelola secara efisien.
Lebih lanjut, Libby Rome tidak menutup kemungkinan untuk terus melanjutkan gaya hidupnya ini. Ia dan suaminya berencana untuk terus berlayar hingga mencapai 1.000 hari di kapal pesiar. “Kami berencana untuk berlayar selama 1.000 hari,” tegasnya, menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap pilihan hidup mereka yang tidak konvensional.
