Friday, 4 September 2026
BREAKING
DUNIA

Ayah Remaja Palestina yang Tewas di Tepi Barat: “Kami Berharap Anak Lelaki Kami Terbunuh”

Oleh Rini Widiyarti September 4, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Dua remaja Palestina, Omar al-Naasan dan Khalil Abu Alia, tewas tertembak setelah pemukim dan tentara Israel memasuki sebuah desa di Tepi Barat yang diduduki. Peristiwa tragis ini kembali menyoroti ketegangan yang terus memanas di wilayah Palestina.

Omar al-Naasan, 17 tahun, dan Khalil Abu Alia, 18 tahun, menjadi korban dalam insiden yang terjadi pada hari Jumat, 18 Agustus 2023. Keduanya tewas akibat luka tembak saat bentrokan pecah di desa al-Mughayyir, utara Ramallah.

Menurut saksi mata dan laporan medis, kedua remaja tersebut ditembak oleh pemukim Israel yang didampingi oleh tentara. Ayah Omar, Mohammad al-Naasan, mengungkapkan kepedihan mendalam atas kehilangan putranya. “Kami berharap anak lelaki kami terbunuh. Kami berharap mereka terbunuh,” ujarnya kepada BBC, menyiratkan rasa putus asa akibat siklus kekerasan yang terus berulang.

Keluarga al-Naasan dan Abu Alia, seperti banyak keluarga Palestina lainnya di Tepi Barat, hidup dalam ketakutan yang konstan. Kehadiran pemukim Israel yang seringkali disertai dengan kekerasan, serta tindakan militer Israel, telah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga sipil Palestina.

Pihak Israel, melalui pernyataan militer, mengklaim bahwa pasukan mereka beraksi untuk membubarkan kerumunan yang melempari batu. Namun, klaim ini dibantah oleh para saksi dan keluarga korban. “Mereka datang dan menyerang kami,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kematian Omar dan Khalil menambah daftar panjang korban jiwa di Tepi Barat. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya telah menyatakan keprihatinan atas peningkatan kekerasan di wilayah tersebut, termasuk serangan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina.

Insiden ini kembali memicu kecaman internasional terhadap pendudukan Israel dan pelanggaran hak asasi manusia yang terus terjadi. Organisasi hak asasi manusia mendesak penyelidikan independen atas kematian kedua remaja tersebut dan meminta pertanggungjawaban dari pihak yang terlibat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp