Friday, 4 September 2026
BREAKING
BERITA

Rekor Baru Xenotransplantasi: Ginjal Babi Bertahan 271 Hari pada Pasien

Oleh Emanuel September 4, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebuah pencapaian medis monumental telah dicapai ketika ginjal babi berhasil bertahan selama 271 hari di dalam tubuh seorang pasien manusia. Keberhasilan jangka panjang ini menandai tonggak penting dalam upaya xenotransplantasi, yakni transplantasi organ dari satu spesies ke spesies lain, dan membuka harapan baru bagi ribuan pasien yang menunggu donor organ.

Pasien yang menerima ginjal babi tersebut adalah Richard Slayman, seorang pria berusia 52 tahun yang menderita penyakit ginjal stadium akhir. Ia menjalani prosedur transplantasi pada 16 Maret 2024 di Massachusetts General Hospital (MGH) di Boston. Ginjal babi yang digunakan telah dimodifikasi secara genetik untuk mengurangi risiko penolakan oleh sistem kekebalan tubuh manusia.

Sebelumnya, ginjal babi yang ditransplantasikan ke manusia hanya bertahan dalam hitungan minggu. Keberhasilan ginjal babi ini bertahan lebih dari sembilan bulan menunjukkan kemajuan signifikan dalam mengatasi hambatan biologis xenotransplantasi. Dr. Tatsuoori Shimamura, salah satu ahli bedah yang terlibat dalam operasi tersebut, menyatakan, “Kami sangat senang dengan perkembangan ini. Ini adalah bukti nyata bahwa xenotransplantasi dapat menjadi solusi nyata untuk kekurangan organ donor.”

Para peneliti di MGH telah melakukan modifikasi genetik pada ginjal babi tersebut, termasuk menonaktifkan gen yang dapat memicu penolakan hiperakut oleh sistem kekebalan tubuh manusia, serta memasukkan gen manusia untuk lebih meningkatkan kompatibilitas. Selain itu, tim medis juga menggunakan obat imunosupresan yang lebih canggih untuk menekan respons imun pasien.

Meskipun demikian, perjalanan xenotransplantasi masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Penolakan organ, penularan penyakit antarspesies (zoonosis), serta isu etika dan sosial masih menjadi perhatian utama. “Kami terus memantau kondisi pasien secara ketat dan melakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami sepenuhnya implikasi jangka panjang dari prosedur ini,” ujar Dr. Jayme Locke, Direktur Program Xenotransplantasi di MGH.

Richard Slayman sendiri telah memberikan izin untuk menggunakan organ ginjal babi tersebut untuk penelitian lebih lanjut setelah kondisinya memburuk dan ia memutuskan untuk menghentikan perawatannya. Pernyataan terakhirnya sebelum meninggal, “Saya hanya ingin menjalani hidup saya, dan saya siap untuk itu,” mencerminkan harapan besar yang diusung oleh teknologi xenotransplantasi. Keberhasilan ini memberikan dorongan kuat bagi komunitas medis untuk terus mengeksplorasi potensi xenotransplantasi sebagai alternatif pengobatan penyakit ginjal stadium akhir dan berbagai kondisi medis lainnya yang membutuhkan transplantasi organ.

Bagikan: Facebook X WhatsApp