Presiden Argentina Javier Milei mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan minyak yang beroperasi di wilayah perairan yang diklaim Argentina di sekitar Kepulauan Falklands. Pernyataan tegas ini disampaikan Milei pada Minggu (3/3/2024), menegaskan kembali klaim kedaulatan negaranya atas wilayah yang dikenal sebagai Malvinas di Argentina tersebut.
Milei menyatakan keyakinannya bahwa “angin perubahan” tengah berpihak pada Argentina dalam sengketa kedaulatan yang telah berlangsung lama dengan Inggris Raya. Ia juga menekankan bahwa aktivitas eksplorasi minyak di wilayah tersebut akan menghadapi konsekuensi hukum. “Setiap perusahaan yang melakukan aktivitas ilegal di zona ekonomi eksklusif kami akan menghadapi konsekuensi hukum,” tegas Milei dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi, seperti dikutip dari Reuters.
Pemerintah Argentina secara konsisten menolak aktivitas eksplorasi dan eksploitasi minyak yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan asing di perairan yang mereka klaim sebagai bagian dari zona ekonomi eksklusif Argentina. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Buenos Aires untuk menegaskan kedaulatan atas Kepulauan Falklands, yang dikuasai Inggris sejak 1833.
Kepulauan Falklands, yang terletak sekitar 480 kilometer di lepas pantai Argentina, menjadi subjek sengketa kedaulatan antara kedua negara sejak abad ke-19. Sengketa ini memuncak pada perang singkat pada tahun 1982. Meskipun Inggris Raya memenangkan perang tersebut dan tetap menguasai kepulauan itu, Argentina tidak pernah berhenti memperjuangkan klaimnya.
Aktivitas eksplorasi minyak di sekitar kepulauan ini telah menjadi salah satu isu sensitif dalam hubungan bilateral Argentina-Inggris. Argentina berpandangan bahwa setiap sumber daya alam yang dieksploitasi di wilayah tersebut seharusnya menjadi milik Argentina, mengingat klaim kedaulatan mereka. Pernyataan terbaru dari Presiden Milei mengindikasikan bahwa pemerintahannya akan mengambil sikap yang lebih tegas dalam memperjuangkan klaim teritorialnya.
