Kemampuan luar biasa suku Bajo dalam menyelam, melampaui kapasitas manusia pada umumnya, akhirnya tersibak tabirnya. Para ilmuwan telah berhasil mengidentifikasi faktor genetik yang menjadi kunci keunggulan mereka sebagai ‘manusia laut’. Suku Bajo, yang dikenal sebagai pengembara laut, memiliki daya tahan dan efisiensi menyelam yang fenomenal.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cell pada 27 April 2018 ini mengungkapkan bahwa suku Bajo memiliki limpa yang ukurannya jauh lebih besar dibandingkan dengan populasi non-Bajo. Limpa ini berfungsi sebagai reservoir oksigen dalam tubuh, memungkinkannya untuk menyimpan lebih banyak udara dan melepaskannya secara bertahap selama penyelaman.
Profesor Melissa Ilardo dari Universitas Copenhagen, yang memimpin penelitian ini, menyatakan, “Kami menemukan bahwa limpa orang Bajo rata-rata 50% lebih besar dari limpa orang non-Bajo.” Temuan ini menjadi bukti kuat bahwa adaptasi evolusioner berperan penting dalam kemampuan unik suku Bajo. Ukuran limpa yang lebih besar ini tidak hanya dimiliki oleh para penyelam profesional, tetapi juga ditemukan pada individu yang jarang menyelam, mengindikasikan adanya warisan genetik yang kuat.
Lebih lanjut, penelitian ini juga mengidentifikasi gen bernama PDE10A yang diduga berperan dalam regulasi ukuran limpa. Gen ini ditemukan memiliki varian tertentu pada suku Bajo, yang berkorelasi dengan ukuran limpa yang lebih besar. Hal ini menunjukkan adanya seleksi alam yang menguntungkan individu dengan kemampuan adaptasi penyelaman yang lebih baik.
Kemampuan luar biasa suku Bajo ini telah lama menjadi objek kekaguman. Selama berabad-abad, mereka telah hidup nomaden di lautan, bergantung pada hasil laut untuk kelangsungan hidup. Kemampuan menyelam yang efisien ini memungkinkan mereka untuk berburu ikan dan mencari sumber daya laut lainnya dengan lebih efektif.
Penemuan ini tidak hanya membuka wawasan baru tentang adaptasi manusia terhadap lingkungan ekstrem, tetapi juga memberikan pemahaman lebih dalam mengenai genetika dan evolusi. Studi terhadap suku Bajo ini menjadi contoh nyata bagaimana lingkungan dapat membentuk dan mendorong evolusi manusia, menghasilkan kemampuan yang luar biasa.
