Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan bahwa Inggris mungkin tidak akan mendapatkan dukungan penuh dari AS dalam sengketa Kepulauan Falkland. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas pertanyaan mengenai kemungkinan AS mendukung Inggris jika terjadi konflik terkait kepemilikan Kepulauan Falkland, yang diklaim Argentina.
Trump secara eksplisit menghubungkan potensi dukungan AS tersebut dengan sikap Inggris dalam konflik yang sedang dihadapi AS dengan Iran. Menurutnya, Inggris belum memberikan bantuan yang memadai kepada AS dalam menghadapi tantangan tersebut.
“Inggris tidak ada di sana untuk membantu saya,” ujar Trump saat diwawancarai oleh The Sunday Times. Pernyataan ini dilontarkan menyusul pertanyaan dari jurnalis mengenai komitmen keamanan AS terhadap Kepulauan Falkland. Trump kemudian mengaitkan isu Falkland dengan perlunya dukungan dari sekutu dalam menghadapi ancaman yang lebih besar.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai apakah AS akan mempertahankan Kepulauan Falkland, yang merupakan wilayah Britania Raya, jika Argentina mencoba merebutnya, Trump enggan memberikan jawaban pasti. Ia menyatakan, “Kita lihat saja. Kita akan lihat apa yang terjadi.”.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt telah bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton di Washington pada awal September. Dalam pertemuan tersebut, Hunt menegaskan kembali pentingnya aliansi antara Inggris dan AS, serta membahas berbagai isu keamanan global, termasuk tantangan dari Iran.
Namun, Trump tampaknya merasa bahwa Inggris belum memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam menghadapi kebijakan luar negeri AS terhadap Iran. Sikap Trump ini bisa jadi merupakan manuver politik untuk menekan sekutu-sekutunya agar lebih proaktif dalam mendukung agenda kebijakan luar negerinya, terutama terkait Iran.
Kepulauan Falkland, yang terletak di Samudra Atlantik Selatan, telah menjadi sumber ketegangan antara Inggris dan Argentina selama puluhan tahun. Inggris menguasai kepulauan tersebut sejak 1833, namun Argentina terus mengklaim kedaulatan atas wilayah itu.
