Thursday, 3 September 2026
BREAKING
DUNIA

Sánchez Bantah Tahu Lebih Dulu Soal Krisis Ceuta, Ribuan Turun ke Jalan

Oleh Rini Widiyarti September 3, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menegaskan bahwa pemerintahannya tidak memiliki informasi sebelumnya mengenai lonjakan kedatangan migran di Ceuta. Pernyataan ini disampaikan Sánchez di hadapan parlemen, menyikapi ribuan demonstran yang turun ke jalan di berbagai kota Spanyol menuntut kejelasan dan akuntabilitas.

Sánchez menyebut tudingan bahwa pemerintah mengetahui dan sengaja membiarkan krisis Ceuta terjadi adalah sebuah ‘absurditas’. Ia menekankan bahwa tidak ada peringatan dini yang diterima oleh kabinetnya terkait gelombang ribuan migran yang tiba-tiba membanjiri wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara tersebut pada 17-18 Mei 2021.

Dalam pidatonya, sang Perdana Menteri Spanyol menyatakan, “Apakah masuk akal untuk berpikir bahwa pemerintah mengetahui sesuatu dan tidak melakukan apa-apa? Itu absurd.” Ia menambahkan bahwa langkah-langkah segera diambil begitu situasi darurat terdeteksi, termasuk pengerahan pasukan dan upaya diplomatik dengan Maroko. Sánchez juga menyoroti kompleksitas hubungan Spanyol dengan negara tetangganya tersebut, terutama dalam isu migrasi.

Di sisi lain, ribuan warga Spanyol menggelar aksi unjuk rasa di berbagai kota besar seperti Madrid, Barcelona, dan Valencia. Para demonstran menyuarakan kekecewaan dan kemarahan mereka terhadap penanganan krisis oleh pemerintah. Mereka menuntut transparansi mengenai bagaimana ribuan migran, termasuk anak-anak di bawah umur, bisa memasuki Ceuta tanpa terdeteksi dalam jumlah besar. Beberapa spanduk yang dibawa massa bertuliskan “Sánchez, bertanggung jawab!” dan “Batas yang aman, bukan lautan yang mematikan.”

Krisis Ceuta yang terjadi pada pertengahan Mei 2021 menyaksikan lebih dari 8.000 migran, sebagian besar dari Maroko, berhasil mencapai wilayah Ceuta. Lonjakan dramatis ini terjadi setelah perbatasan Maroko tiba-tiba dibuka, yang diduga terkait dengan ketegangan diplomatik antara Spanyol dan Maroko mengenai wilayah Sahara Barat. Pemerintah Spanyol telah berupaya keras untuk mengendalikan situasi, termasuk memulangkan sebagian besar migran yang tidak memenuhi syarat untuk tinggal.

Bagikan: Facebook X WhatsApp