Teheran, Iran – Pemerintah Iran melayangkan kecaman keras terhadap Amerika Serikat menyusul insiden serangan yang menghantam sebuah pesta pernikahan di wilayah selatan negara tersebut. Peristiwa ini memicu kemarahan dan tudingan bahwa Washington telah bertindak sebagai ‘Setan’ dengan menargetkan warga sipil.
Kementerian Luar Negeri Iran merilis pernyataan resmi pada hari Senin, 22 Mei 2023, yang menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan tindakan biadab dan melanggar hukum internasional. “Tindakan brutal ini menunjukkan wajah asli Amerika Serikat sebagai kekuatan imperialis yang tidak segan menghancurkan kehidupan warga sipil yang tidak berdosa,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast, dalam konferensi persnya. Ia menambahkan bahwa serangan yang terjadi pada tanggal 20 Mei 2023 itu telah menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, meskipun angka pasti masih dalam verifikasi.
Mehmanparast menekankan bahwa AS telah berulang kali menunjukkan permusuhannya terhadap Iran, dan serangan terhadap pesta pernikahan ini adalah bukti terbaru. “Kami melihat serangan ini sebagai bentuk terorisme negara yang disponsori oleh Washington. Mereka menyebut diri sebagai pembela demokrasi, namun nyatanya mereka adalah pembunuh berdarah dingin,” tegasnya. Iran juga mengindikasikan akan mengambil langkah diplomatik dan hukum yang diperlukan untuk menuntut pertanggungjawaban dari Amerika Serikat di forum internasional.
Peristiwa ini terjadi di tengah ketegangan yang masih membayangi hubungan antara Iran dan Amerika Serikat. Pihak AS sendiri belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan yang dilayangkan oleh Iran. Namun, Mehmanparast menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam dan akan terus membela kedaulatan serta keamanan negaranya dari segala bentuk agresi asing. Ia menyerukan agar komunitas internasional mengutuk tindakan AS tersebut dan mendorong penyelidikan independen untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik serangan yang menimpa pesta pernikahan di Iran selatan itu.
