Wednesday, 2 September 2026
BREAKING
DUNIA

Analis Ungkap Ancaman Terselubung Putin ke Inggris: Bagian dari Kampanye Rusia Melawan Barat

Oleh Rini Widiyarti September 2, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Presiden Rusia Vladimir Putin diduga menggunakan ancaman terselubung terhadap Inggris sebagai strategi untuk menjaga negara tersebut dalam ketidakpastian dan tekanan terkait niat sebenarnya Moskow. Analis menilai langkah ini merupakan bagian dari kampanye Rusia yang lebih luas untuk melemahkan negara-negara Barat.

Menurut Daniel Rosenberg, seorang analis yang dikutif oleh The Sun, pernyataan Putin yang mengisyaratkan potensi tindakan militer terhadap Inggris dirancang untuk menciptakan kegelisahan. “Putin ingin membuat Inggris terus menebak-nebak dan stres atas niat sebenarnya Moskow,” ujar Rosenberg.

Pernyataan Putin yang dimaksud merujuk pada komentar yang disampaikan oleh presiden Rusia tersebut pada awal tahun ini. Dalam sebuah wawancara dengan media Rusia, Putin secara implisit mengancam Inggris terkait pengiriman senjata ke Ukraina. Ia menyatakan bahwa Inggris telah “melampaui batas” dengan mengirimkan senjata jarak jauh ke Ukraina, yang menurutnya dapat memicu respons Rusia yang “simetris”.

Para pakar keamanan menilai bahwa retorika Putin bukanlah sekadar gertakan, melainkan bagian dari taktik perang psikologis yang terencana. Tujuannya adalah untuk menguras energi dan sumber daya negara-negara Barat, termasuk Inggris, dalam menghadapi ketidakpastian dan ancaman yang terus-menerus. Dengan demikian, Rusia berharap dapat mengurangi dukungan yang diberikan kepada Ukraina dan menciptakan perpecahan di antara sekutu NATO.

Ancaman terselubung ini juga diyakini sebagai upaya Rusia untuk menguji respons dan kesiapan negara-negara Barat. Dengan membuat Inggris dan sekutunya terus berjaga-jaga, Moskow dapat memetakan reaksi mereka dan menyesuaikan strategi kampanyenya. Rosenberg menambahkan, “Ini adalah bagian dari kampanye Rusia yang lebih luas melawan Barat.”

Pernyataan Putin yang disampaikan pada Januari 2024 ini, meskipun tidak secara eksplisit menyebutkan tindakan perang, telah memicu kekhawatiran di kalangan pejabat Inggris. Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, David Cameron, menanggapi pernyataan Putin dengan menegaskan bahwa Inggris memiliki hak untuk membela diri dan mendukung Ukraina. Namun, kekhawatiran tetap ada mengenai bagaimana Rusia akan melanjutkan strateginya dalam menghadapi penolakan dan dukungan Barat terhadap Ukraina.

Bagikan: Facebook X WhatsApp