Wednesday, 2 September 2026
BREAKING
EKONOMI

Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD120 Juta Juli 2026, Mendag Optimistis Jaga Tren Positif

Oleh Yohanes September 2, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Indonesia kembali mencatatkan surplus dalam neraca perdagangannya pada Juli 2026, dengan nilai mencapai USD120 juta. Kinerja positif ini disambut optimistis oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas. Ia meyakini bahwa tren surplus neraca perdagangan akan terus terjaga ke depannya.

Menurut data yang dirilis, surplus ini didorong oleh peningkatan kinerja ekspor Indonesia. Sektor-sektor kunci menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, mengimbangi angka impor yang juga mengalami penyesuaian. Angka ini melanjutkan tren positif yang telah terlihat dalam beberapa periode sebelumnya, menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika pasar global.

Mendag Zulhas menyatakan keyakinannya terhadap keberlanjutan tren surplus ini. “Kita optimistis tren positif ini akan terus berlanjut,” ujar Zulhas dalam sebuah pernyataan resmi. Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mendorong daya saing produk ekspor Indonesia di pasar internasional. Berbagai strategi telah dan akan terus diimplementasikan untuk memastikan momentum positif ini tidak tergerus.

Salah satu jurus utama yang ditekankan oleh Kementerian Perdagangan adalah penguatan diversifikasi pasar ekspor. Tidak hanya mengandalkan pasar tradisional, Indonesia juga terus menjajaki peluang di pasar-pasar baru yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Selain itu, peningkatan nilai tambah produk ekspor melalui hilirisasi industri menjadi fokus penting lainnya. Dengan demikian, diharapkan nilai ekspor tidak hanya naik dari sisi volume, tetapi juga dari sisi nilai jual.

Selain upaya dari sisi ekspor, pemerintah juga terus memantau dan mengelola impor secara cermat. Pengendalian impor barang-barang konsumtif yang tidak mendesak, serta prioritas pada impor bahan baku dan barang modal yang mendukung produksi dalam negeri, menjadi strategi untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi domestik dan mengurangi ketergantungan pada barang impor.

Dengan terus berjalannya berbagai strategi tersebut, Indonesia diharapkan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan surplus neraca perdagangannya. Hal ini tentu akan memberikan kontribusi positif bagi stabilitas makroekonomi, penguatan cadangan devisa, dan pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan. Angka surplus USD120 juta pada Juli 2026 menjadi sinyal positif yang perlu dijaga dan dikembangkan lebih lanjut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp