Dua individu yang mengklaim diri sebagai pakar finansial dilaporkan menghilang setelah berhasil merayu sejumlah investor untuk menanamkan modal pada sebuah bisnis yang ternyata ilegal. Akibatnya, para investor tersebut mengalami kerugian besar mencapai 5 juta Dolar Singapura, atau setara dengan sekitar Rp 58 miliar.
Peristiwa ini berawal ketika kedua ‘pakar’ tersebut, yang diidentifikasi sebagai Daniel Tan Choon Leng dan Kelvin Koh Boon Hwee, memamerkan gaya hidup mewah, termasuk kepemilikan mobil sport mewah Lamborghini, untuk meyakinkan calon investor. Mereka menjanjikan keuntungan investasi yang menggiurkan, namun ternyata bisnis yang mereka tawarkan adalah skema ponzi atau penipuan berkedok investasi.
Menurut laporan media Singapura, kasus ini mulai mencuat setelah salah satu korban melaporkan hilangnya dana investasi mereka. Penyelidikan awal menunjukkan bahwa Daniel Tan dan Kelvin Koh telah menghilang dari peredaran sejak pertengahan tahun 2023, meninggalkan para investor yang kebingungan dan merugi.
Salah satu korban, yang identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan kekecewaannya. “Mereka terlihat sangat profesional dan meyakinkan. Pameran mobil mewah dan janji keuntungan besar membuat kami percaya. Sekarang, semua hilang begitu saja,” ujarnya.
Pihak berwenang Singapura dilaporkan sedang melakukan investigasi mendalam terkait kasus ini. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai keberadaan Daniel Tan dan Kelvin Koh, maupun kemungkinan pengembalian dana para korban. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dan melakukan riset mendalam sebelum berinvestasi, terutama jika iming-iming keuntungan yang ditawarkan terasa terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
