Wednesday, 2 September 2026
BREAKING
BERITA

Penyakit Ginjal Kronis: Ancaman Senyap dari Diabetes dan Hipertensi

Oleh Emanuel September 2, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Penyakit ginjal kronis (PGK) mengintai banyak orang tanpa disadari, terutama mereka yang mengidap diabetes dan hipertensi. Kedua kondisi ini merupakan penyebab utama kerusakan ginjal yang progresif, namun ironisnya, pada stadium awal, PGK seringkali tidak menunjukkan gejala yang spesifik, membuatnya sulit terdeteksi.

Hal ini diungkapkan oleh Prof. Dr. dr. R. A. Widya, Sp.PD-KGH, FINASIM, seorang spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi. Ia menjelaskan bahwa baik diabetes maupun hipertensi dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, mengganggu fungsinya dalam menyaring darah dan membuang limbah dari tubuh. Kerusakan ini terjadi secara perlahan dan seringkali tidak menimbulkan rasa sakit atau keluhan yang kentara hingga penyakit mencapai stadium lanjut.

Menurut data yang dipaparkan, penyakit ginjal kronis menjadi masalah kesehatan yang signifikan. Sekitar 15% orang dewasa di Indonesia diperkirakan menderita penyakit ginjal kronis. Angka ini cukup mengkhawatirkan, mengingat sebagian besar kasus tidak terdiagnosis pada waktu yang tepat. Keterlambatan diagnosis ini memperburuk prognosis pasien dan meningkatkan risiko komplikasi yang lebih serius, termasuk gagal ginjal terminal yang memerlukan terapi pengganti ginjal seperti dialisis atau transplantasi.

Prof. Widya menekankan pentingnya kesadaran akan risiko ini. “Penting untuk melakukan pemeriksaan rutin, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko seperti diabetes dan hipertensi,” ujarnya. Beliau menambahkan bahwa pemeriksaan sederhana seperti tes urin untuk mendeteksi protein atau tes darah untuk mengukur fungsi ginjal (serum kreatinin dan eGFR) dapat membantu mendeteksi kerusakan ginjal sejak dini. Deteksi dini memungkinkan intervensi yang lebih cepat dan efektif untuk memperlambat progresi penyakit dan mencegah komplikasi yang mengancam jiwa.

Lebih lanjut, Prof. Widya menguraikan bahwa penanganan diabetes dan hipertensi yang optimal merupakan kunci utama dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit ginjal kronis. Pengendalian kadar gula darah yang ketat pada penderita diabetes, serta menjaga tekanan darah tetap stabil pada penderita hipertensi, dapat secara signifikan mengurangi beban kerja ginjal dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Perubahan gaya hidup sehat, termasuk pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, dan menghindari merokok, juga memegang peranan penting.

Dengan demikian, kewaspadaan dini dan pengelolaan kondisi kronis seperti diabetes dan hipertensi menjadi garda terdepan dalam memerangi penyakit ginjal kronis. Upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan dan pemeriksaan berkala perlu terus digalakkan untuk menyelamatkan ginjal masyarakat Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp