Wednesday, 2 September 2026
BREAKING
BERITA

Inflasi 0,5% Agustus 2026: Lonjakan Harga Bahan Bangunan Picu Kenaikan IHPB

Oleh Emanuel September 2, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) mengalami inflasi sebesar 0,50% secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Agustus 2026. Angka ini didorong oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok barang, terutama bahan bangunan yang mengalami lonjakan signifikan.

Secara rinci, inflasi IHPB pada Agustus 2026 dipengaruhi oleh kenaikan harga pada kelompok barang hasil pertanian, yaitu sebesar 1,07%. Namun, yang menjadi kontributor terbesar adalah kelompok barang industri pengolahan yang terpaksa menaikkan harga sebesar 0,36%. Kenaikan ini sebagian besar disumbang oleh peningkatan harga pada sub-kelompok bahan bangunan.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers virtual pada Senin (4/9/2023) menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan bangunan ini menjadi salah satu pemicu utama inflasi IHPB bulan lalu. “Kelompok barang industri pengolahan memberikan andil terbesar terhadap inflasi IHPB Agustus 2026, yang mana didalamnya terdapat kenaikan harga pada bahan bangunan,” ujar Amalia.

Lebih lanjut, Amalia merinci bahwa kenaikan harga bahan bangunan tersebut mencakup berbagai komoditas. “Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti semen, keramik, dan besi beton,” ungkapnya. Kenaikan harga pada komoditas-komoditas tersebut secara agregat memberikan tekanan terhadap indeks harga perdagangan besar secara keseluruhan.

Selain kelompok barang industri pengolahan, terdapat pula kelompok barang hasil pertanian yang turut berkontribusi pada inflasi IHPB. Kelompok ini mencatatkan inflasi sebesar 1,07% pada Agustus 2026. Namun, kontribusi positif dari kelompok ini lebih kecil dibandingkan dengan kelompok industri pengolahan.

Perlu dicatat bahwa angka inflasi IHPB Agustus 2026 ini merupakan gambaran dari pergerakan harga barang-barang di tingkat grosir atau perdagangan besar. Perubahan harga ini pada akhirnya akan berimbas pada harga barang yang sampai ke tangan konsumen di tingkat eceran.

Bagikan: Facebook X WhatsApp