Sebanyak 99,9 persen menara Base Transceiver Station (BTS) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi hebat telah berhasil dipulihkan. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengonfirmasi bahwa saat ini hanya tersisa satu BTS yang masih dalam proses perbaikan. Pemulihan ini merupakan capaian penting dalam upaya memulihkan konektivitas pasca bencana.
Dalam keterangan persnya, Menkominfo Budi Arie Setiadi menyatakan, “Alhamdulillah, 99,9% BTS di NTT sudah pulih.” Ia menambahkan bahwa satu menara BTS yang masih dalam perbaikan tersebut diharapkan segera dapat beroperasi normal kembali. Upaya pemulihan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, operator telekomunikasi, dan tim teknis di lapangan.
Perbaikan yang cepat ini menjadi krusial mengingat peran vital BTS dalam penyediaan akses komunikasi, terutama di daerah yang terdampak bencana. Keterhubungan digital sangat dibutuhkan untuk koordinasi penanggulangan bencana, penyaluran bantuan, serta pemulihan aktivitas masyarakat.
Menkominfo Budi Arie Setiadi juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mempercepat proses perbaikan dan pemulihan infrastruktur telekomunikasi di wilayah terdampak gempa. “Kita akan terus dorong percepatan perbaikan,” ujar Menkominfo. Ia menekankan bahwa pemerintah akan memastikan seluruh infrastruktur komunikasi dapat berfungsi optimal demi mendukung pemulihan dan aktivitas masyarakat di NTT.
Sebelumnya, gempa bumi dan cuaca ekstrem telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur telekomunikasi di NTT, termasuk menara BTS. Namun, berkat kerja keras dan sinergi berbagai pihak, mayoritas BTS berhasil dipulihkan dalam waktu relatif singkat. Hal ini menunjukkan kesiapan dan responsivitas dalam menghadapi bencana.
