Sunday, 12 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Waspada Gelombang Panas: Kenali Perbedaan Fatal antara Kelelahan Panas dan Sengatan Panas

Oleh Heni Maulidya July 12, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Gelombang panas semakin sering melanda, mengharuskan kita lebih waspada. Bukan hanya demi kenyamanan, tetapi untuk mencegah kondisi serius seperti kelelahan panas dan ancaman yang lebih berbahaya, yaitu sengatan panas.

Memahami perbedaan keduanya sangat krusial demi keselamatan diri dan orang terdekat. Sengatan panas adalah kondisi darurat medis yang bisa berujung pada kejang, kegagalan organ, bahkan kematian.

Sebelum mencapai tahap sengatan panas, tubuh biasanya mengalami kelelahan panas. Kedua kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh meningkat drastis melebihi batas normal.

Secara alami, tubuh mendinginkan diri dengan mengalirkan darah panas dari inti tubuh ke permukaan kulit agar panas teradiasi ke lingkungan. Keringat yang menguap juga membantu menurunkan suhu kulit. Masalah timbul saat suhu atau kelembaban udara terlalu tinggi, sehingga mekanisme pendinginan tubuh tidak lagi efektif.

Siapa saja yang berisiko? Orang yang sehat pun bisa terkena sengatan panas, terutama saat berolahraga. Aktivitas fisik meningkatkan suhu inti tubuh. Risiko ini lebih tinggi bagi yang tidak terbiasa berolahraga di cuaca panas atau belum cukup fit.

Faktor lain yang memperbesar risiko meliputi: berolahraga di suhu dan kelembaban tinggi, tingkat kebugaran rendah, memiliki tubuh besar (baik karena lemak maupun otot), dehidrasi, memakai perlengkapan berat seperti pelindung olahraga atau ransel.

Konsumsi alkohol dan penggunaan obat-obatan tertentu, seperti beta blocker dan diuretik, juga perlu diperhatikan. Cek informasi obat Anda. Penyakit atau disabilitas yang menghambat kemampuan tubuh untuk bergerak keluar dari panas atau mendinginkan diri juga meningkatkan kerentanan.

Gejala kelelahan panas meliputi pusing, mual, muntah, sakit kepala, kelelahan, keringat berlebih, serta kulit dingin, pucat, dan lembab. Denyut nadi bisa terasa cepat namun lemah.

Jika merasakan gejala ini, segera bertindak. Pindah ke tempat teduh atau ber-AC, longgarkan pakaian, minum cairan dingin, dan pantau kondisi Anda. Jika tidak membaik dalam satu jam, cari pertolongan medis.

Sengatan panas terjadi ketika suhu tubuh sangat tinggi, di atas 40 derajat Celsius (104 Fahrenheit), dan dapat memengaruhi otak. Penderita bisa sangat bingung dan tidak menyadari bahaya yang mengancam.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan tanda-tanda pada orang lain. Jika curiga seseorang mengalami sengatan panas, segera cari bantuan medis darurat. Panggil ambulans atau nomor darurat setempat.

Gejala sengatan panas bisa mencakup kebingungan, iritabilitas, halusinasi, pingsan, kesulitan berjalan, kejang, serta kulit memerah dengan atau tanpa keringat.

Sambil menunggu bantuan, cobalah mendinginkan korban. Mandi air dingin dengan es, shower dingin, atau kompres handuk dingin yang diganti setiap tiga menit bisa membantu.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait