Wajah Baru GBK: Hotel Sultan Bakal Diratakan, Siap Disulap Jadi Kawasan Ikonik Bernilai Ekonomi Tinggi

Emanuel

Jakarta – Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta akan segera mengalami transformasi besar-besaran. Salah satu aset bersejarahnya, Hotel Sultan, yang telah berdiri sejak tahun 1970-an, tidak menutup kemungkinan akan dirobohkan untuk membuka jalan bagi pengembangan kawasan baru yang lebih modern dan berdaya saing internasional. Rencana ambisius ini merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan GBK sebagai ikon baru Indonesia yang mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi negara dan masyarakat.

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Nusantara, Rosan Roeslani, membeberkan bahwa pengelolaan kawasan Blok 15 GBK, termasuk Hotel Sultan, akan berada di bawah kendali perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perusahaan seperti Injourney atau The Meru dipertimbangkan untuk mengelola aset strategis ini, menunggu selesainya persoalan sengketa hak pengelolaan yang sempat menghiasi kawasan tersebut antara pemerintah dan PT Indobuildco milik Pontjo Sutowo.

"Ya tentunya pengelolaan kita akan bisa pakai Injourney, Meru. Merukan sangat baik ya. Mungkin itu rencananya," ujar Rosan kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, belum lama ini. Ia menambahkan bahwa perombakan desain secara keseluruhan akan dilakukan untuk menciptakan kawasan GBK yang baru. Luas lahan sekitar 200 hektare, termasuk lapangan golf dan area GBK lainnya, akan menjadi fokus pengembangan.

Keputusan untuk merobohkan Hotel Sultan, yang selama ini menjadi salah satu landmark di kawasan GBK, didasari oleh kebutuhan untuk menciptakan wajah baru yang lebih representatif sebagai ikon nasional. "Eventually iya (dirobohkan)," tegas Rosan ketika dikonfirmasi lebih lanjut mengenai rencana pembongkaran tersebut, mengisyaratkan bahwa transformasi ini adalah sebuah keniscayaan demi kemajuan.

Presiden Prabowo sendiri memiliki harapan besar agar kawasan GBK menjadi pusat aktivitas yang tidak hanya membanggakan secara fisik, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian. Konsep yang diusung adalah menciptakan sebuah kawasan terpadu yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia. Rencana pengembangan ini mencakup tidak hanya satu hotel, melainkan berbagai fasilitas pendukung lainnya.

"Pesan Bapak Presiden ini dijadikan ikon baru untuk Indonesia, sehingga perencanaannya itu harus dilakukan secara komprehensif dan memberikan dampak yang nyata kepada perekonomian dan juga paling-paling penting kepada rakyat Indonesia," ungkap Rosan.

Konsep utama yang digadang-gadang akan diusung adalah sport tourism, memanfaatkan potensi olahraga yang sudah sangat kental di kawasan GBK. Namun, semua elemen akan ditingkatkan ke standar internasional. "GBK ya tetap ada GBK-nya, tapi semuanya akan kita tingkatkan, kita sempurnakan menjadi standar internasional atau world class standard, sehingga ini juga bisa memberikan satu sentral ekonomi baru di Jakarta," jelasnya.

Transformasi GBK ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk terus menggenjot sektor pariwisata Indonesia. Rosan, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, menekankan potensi besar pariwisata di Indonesia yang perlu terus dikembangkan dari berbagai sisi, mulai dari kenyamanan, logistik, transportasi, aksesibilitas, hingga kebersihan.

Badan Pengelola Investasi (BPI) Nusantara sendiri akan berperan aktif dalam mengidentifikasi dan mengembangkan destinasi pariwisata baru. Hal ini menjadi krusial mengingat jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia yang masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Pemerintah juga berambisi untuk meningkatkan rata-rata pengeluaran wisatawan selama berada di Indonesia.

"Jadi kita bisa mengambil semua lapisan dari pariwisata yang lebih mass market, tapi juga yang high end atau yang lebih ke experience," tutup Rosan, menggarisbawahi pentingnya diversifikasi dalam pengembangan pariwisata nasional.

Proses sengketa yang sempat membayangi Hotel Sultan memang menjadi catatan tersendiri bagi sejarah kawasan GBK. Namun, dengan adanya kejelasan pengelolaan di bawah BUMN dan visi yang jelas dari pemerintah, diharapkan revitalisasi kawasan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang. Pengembangan kawasan GBK ini tidak hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga strategi untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah pariwisata dan ekonomi global. Harapannya, ikon baru ini akan menjadi kebanggaan bangsa dan sumber pendapatan negara yang signifikan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All