Victor Lai Ukir Sejarah untuk Kanada, Raih Gelar Super 1000 Pertama di Indonesia Open 2026

Wibowo

Indonesia Open 2026 menjadi saksi bisu sejarah baru bulu tangkis Kanada. Victor Lai, yang baru berusia 21 tahun, berhasil menjuarai turnamen HSBC BWF World Tour Super 1000 untuk pertama kalinya bagi negaranya. Kemenangan ini sekaligus menjadi podium tertinggi yang pernah diraih atlet Kanada di ajang bergengsi tersebut. Di partai final yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Lai secara mengejutkan berhasil mengalahkan unggulan yang lebih berpengalaman, Jonatan Christie.

Pertandingan final tunggal putra ini menampilkan kontras yang mencolok antara dua pemain. Jonatan Christie, yang telah malang melintang di Istora selama lebih dari satu dekade, justru takluk di bawah tekanan penonton tuan rumah yang begitu antusias. Sebaliknya, Victor Lai, yang menjalani final terbesar dalam kariernya, tampil dengan ketenangan luar biasa layaknya seorang profesional berpengalaman.

Jonatan Christie mengakui bahwa dirinya merasa tertekan saat bertanding di hadapan ribuan pendukungnya. "Dia bermain tanpa beban. Dia bermain di depan penonton yang penuh sesak, dan dia sangat, sangat tenang. Dia tidak membuat kesalahan, tapi saya melakukannya. Saya merasa terlalu banyak tekanan," ujar Christie usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa tekanan tersebut terus meningkat sejak awal kedatangannya ke Jakarta, dan ia merasa kesulitan mengatasinya di lapangan.

Meskipun harus mengakui keunggulan lawannya, Jonatan Christie tetap melihat pencapaiannya mencapai final sebagai sebuah prestasi. "Masuk final bukanlah hal yang mudah, itu adalah sebuah pencapaian. Saya hampir saja meraihnya, tapi saya harus belajar dari ini untuk turnamen berikutnya," tuturnya dengan nada penuh optimisme.

Di sisi lain, Victor Lai menunjukkan ketenangan yang sama baik di dalam maupun di luar lapangan. Ia mengungkapkan rasa tak percaya dan kebahagiaannya atas pencapaian prestisius ini. "Saya tidak pernah membayangkan akan memenangkan gelar Super 1000, rasanya seperti masih bermimpi. Beberapa malam terakhir saya memikirkan berbagai skenario dalam kepala saya, dan saya senang salah satunya menjadi kenyataan," kata Lai.

Kemenangan Lai bukan hanya sekadar gelar individu, tetapi juga membawa makna besar bagi perkembangan bulu tangkis di Kanada. Ia berharap pencapaiannya dapat menginspirasi para atlet muda di negaranya untuk terus berjuang dan percaya pada kemampuan diri. "Saya pikir ini menunjukkan bahwa Anda harus percaya. Di Kanada, kami mungkin tidak memiliki dukungan atau kekuatan seperti negara lain, tetapi jika Anda percaya, Anda bisa melakukannya," tegas Lai.

Atlet berusia 21 tahun ini menambahkan bahwa dirinya merasa senang bisa menjadi bagian dari perkembangan bulu tangkis di wilayah Pan Am. "Rasanya seperti saya masih bermimpi. Saya pikir kita, sebagai sebuah negara, atau sebagai sebuah wilayah, wilayah Pan Am, kita semakin kuat setiap tahunnya, dan dukungan yang kita miliki di rumah bersama pelatih dan klub kita, saya pikir itu menunjukkan banyak hal bahwa kita berlatih ke arah yang benar, dan semoga dengan lebih banyak dukungan, bulu tangkis Kanada bisa berkembang," jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa atlet-atlet Kanada lainnya seperti Michelle Li dan Brian Yang telah membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan pemain top dunia. "Kita telah menunjukkannya dengan Michelle (Li) sebelumnya, Brian (Yang), semua orang ini, mereka mampu bersaing dengan pemain top, dan hari ini saya berharap saya dapat menginspirasi beberapa anak muda dari Kanada untuk percaya," harapnya.

Meski terlihat tampil dominan, Victor Lai mengakui sempat merasakan keraguan di awal pertandingan, terutama di gim pertama saat kedudukan sempat ketat. "Tentu saja ada banyak keraguan. Di gim pertama, saya unggul 5-6 poin, dan dia sedikit bangkit. Di gim kedua, dia mulai membuat beberapa kesalahan, dan saya tidak ingin hal itu memengaruhi saya seperti ‘saya akan menang’, jadi saya hanya (mengatakan pada diri sendiri) untuk tetap fokus, jangan menunjukkan terlalu banyak emosi, karena sekali Anda mengeluarkan semuanya, terkadang Anda kehilangan fokus," ungkap Lai.

Ia terus mengingatkan dirinya untuk tetap fokus hingga meraih poin ke-21. "Jadi saya hanya mengatakan pada diri sendiri untuk tetap fokus, terus bekerja, ini belum berakhir sampai saya mendapatkan 21 poin," katanya.

Tentang persiapan jelang final, Lai mengaku sempat mengalami kesulitan tidur akibat adrenalin yang masih tinggi. Namun, pada hari pertandingan, ia justru merasa tidur paling nyenyak. "Adrenalin masih tinggi selama beberapa malam terakhir, tidak bisa tidur, tetapi sejujurnya, hari ini saya tidur paling nyenyak dalam beberapa hari terakhir karena saya sangat lelah, hanya karena pertandingan kemarin adalah pertandingan yang sangat panjang dan luar biasa sehingga hari ini saya hanya sangat lelah sehingga saya langsung tertidur. Banyak skenario yang terlintas di benak saya, baik dan buruk, dan saya senang skenario yang baik, skenario yang baik dimainkan hari ini," cerita Lai.

Kemenangan Victor Lai di Indonesia Open 2026 bukan hanya sekadar pencapaian individu, tetapi juga menjadi tonggak sejarah bagi bulu tangkis Kanada. Hal ini membuktikan bahwa dengan kerja keras, keyakinan, dan dukungan yang tepat, atlet dari negara mana pun dapat meraih prestasi tertinggi di kancah dunia. Keberhasilan ini diharapkan dapat memicu gelombang baru semangat dan minat terhadap bulu tangkis di Kanada, serta memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk mengejar mimpi mereka di lapangan bulu tangkis.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All