Lexus kembali mencoba mendefinisikan ulang standar sedan mewah melalui kehadiran 2026 Lexus ES 350h AWD. Sebagai model yang kini menempatkan varian hybrid sebagai satu-satunya opsi mesin konvensional, ekspektasi publik terhadap performa kendaraan ini tentu meningkat. Namun, hasil pengujian terbaru di lintasan balap memberikan gambaran yang cukup kontras antara keunggulan efisiensi bahan bakar dengan kemampuan akselerasi yang ditawarkan.
Dalam serangkaian tes akselerasi, 2026 Lexus ES 350h AWD mencatatkan waktu 0-60 mph dalam 7,2 detik. Angka ini memang konsisten dengan model hybrid generasi sebelumnya, namun jika dibandingkan dengan kompetitor di segmen yang sama, Lexus harus mengakui keunggulan rivalnya. Mobil seperti Mercedes-Benz E-Class, BMW 5 Series, dan Genesis G80 mampu menuntaskan akselerasi serupa dengan selisih waktu lebih dari satu detik lebih cepat.
Meskipun tertinggal dalam urusan sprint, karakter penyaluran tenaga Lexus ES tetap memiliki nilai plus bagi konsumen yang mengutamakan kenyamanan. Akselerasi mobil ini terasa halus dan stabil saat digunakan dalam kondisi berkendara sehari-hari. Meski suara mesin sesekali terdengar masuk ke dalam kabin, intensitasnya masih berada dalam batas wajar dan tidak mengganggu pengalaman berkendara secara signifikan.
Masalah muncul saat pengujian berlanjut pada sektor pengereman. Lexus ES 350h AWD membutuhkan jarak 126 kaki untuk berhenti total dari kecepatan 60 mph. Hasil ini tergolong kurang impresif jika disandingkan dengan kompetitornya. Sebagai perbandingan, Genesis G80 mampu berhenti 10 kaki lebih pendek, sementara Mercedes-Benz E350 AWD hanya memerlukan 102 kaki untuk melakukan penghentian darurat.
Kelemahan pada sistem pengereman ini tidak hanya terlihat dari angka di atas kertas, tetapi juga dari pengalaman pengendara saat melakukan manuver stop-and-go. Terdapat gejala kurang halus pada pedal rem ketika mobil melaju di kecepatan sangat rendah, sekitar 2 mph hingga berhenti total. Rem cenderung mencengkeram secara mendadak dan agresif, sehingga sulit untuk melakukan modulasi pengereman yang mulus.
Kondisi ini merupakan catatan lama yang masih terbawa pada model 2026, sebagaimana yang ditemukan pada varian hybrid sebelumnya. Meski bukan menjadi faktor penentu kegagalan bagi calon pembeli, sifat mekanis ini cukup terasa bagi pengemudi yang sensitif. Mengingat Lexus menjadikan varian hybrid sebagai satu-satunya opsi mesin gas untuk lini ini, banyak pihak berharap adanya penyempurnaan teknis yang lebih baik pada sistem pengereman tersebut.
Dari sisi pengendalian di lintasan, Lexus ES 350h AWD mempertahankan karakter khasnya yang lembut dan mengayun. Mobil ini memang bisa menoleransi jalanan berkelok, namun jelas bahwa sedan ini tidak dirancang sebagai mobil sport yang lincah. Lexus tampaknya tetap teguh pada filosofi kenyamanan premium alih-alih mencoba memaksakan diri menjadi sedan sport serba bisa yang agresif.
Di balik catatan performa yang moderat tersebut, Lexus ES 350h AWD justru menunjukkan keunggulan mutlak yang sulit ditandingi oleh rival di kelasnya, yakni efisiensi jarak tempuh. Dalam pengujian kombinasi penggunaan jalan raya dan dalam kota, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 638 mil sebelum pengemudi perlu mampir ke stasiun pengisian bahan bakar. Capaian ini tidak hanya mengungguli para kompetitornya, tetapi juga melampaui efisiensi yang ditawarkan oleh model ES hybrid generasi terdahulu.
Bagi konsumen yang memprioritaskan mobilitas jarak jauh dengan kenyamanan maksimal, performa efisiensi ini tentu menjadi daya tarik utama. Lexus berhasil memposisikan ES 350h sebagai kendaraan penjelajah yang andal, meskipun harus mengorbankan ketajaman performa dan kehalusan pengereman yang sering kali menjadi standar di kelas sedan mewah Eropa.
Secara keseluruhan, 2026 Lexus ES 350h AWD tetap menawarkan paket kemewahan yang solid. Pengemudi yang mencari sedan dengan ketenangan kabin, keandalan jangka panjang, dan jarak tempuh luar biasa akan menemukan kepuasan pada model ini. Namun, bagi mereka yang mendambakan sensasi berkendara dinamis dengan respon pengereman yang presisi, hasil pengujian ini memberikan sinyal bahwa Lexus masih memiliki ruang untuk perbaikan di masa depan.
Pada akhirnya, keputusan untuk memilih Lexus ES 350h AWD akan sangat bergantung pada prioritas personal pemiliknya. Apakah Anda lebih mengejar performa akselerasi yang memacu adrenalin, atau justru ketenangan pikiran karena jarang perlu berhenti untuk mengisi bahan bakar? Lexus telah menjawab tantangan efisiensi dengan sangat baik, namun karakteristik pengereman yang belum sepenuhnya halus akan tetap menjadi catatan bagi para calon pembeli yang menginginkan kesempurnaan di setiap aspek berkendara.











