Uji Ketahanan 1.600 Kilometer Mazda CX-5 2026: Performa Mesin Impresif, Namun Masalah Teknis Mengintai

Emanuel

Perjalanan sejauh 1.000 mil atau sekitar 1.600 kilometer seharusnya menjadi ajang pembuktian kenyamanan bagi Mazda CX-5 2026. Namun, bagi tim penguji yang melakukan review jangka panjang terhadap SUV ini, perjalanan tersebut justru menjadi pengingat bahwa kecanggihan teknologi terkadang bisa menjadi bumerang yang merepotkan di tengah perjalanan. Baru sembilan mil atau sekitar 14 kilometer meninggalkan lokasi awal, masalah serius langsung menyapa pengemudi ketika layar instrumen dan layar sentuh berukuran 15,6 inci milik Mazda CX-5 ini tiba-tiba menjadi gelap gulita.

Insiden tersebut bukan sekadar gangguan kecil, melainkan kegagalan sistem yang membuat pengemudi harus berhadapan dengan serangkaian pesan kesalahan setelah perangkat lunak kendaraan melakukan reboot otomatis. Meski situasi ini cukup menguji kesabaran, tim penguji memutuskan untuk tetap melanjutkan rencana perjalanan menyusuri rute ikonik Pacific Coast Highway (CA-1) dari Los Angeles menuju San Francisco. Tekad untuk menikmati pemandangan pesisir pantai yang legendaris menjadi motivasi utama untuk mengabaikan gangguan teknologi yang terjadi di awal perjalanan.

Memasuki 30 mil pertama, drama teknis belum berakhir. Kendaraan memberikan peringatan melalui tiga bunyi bip berturut-turut yang mengindikasikan adanya malfungsi pada sistem telematika. Sistem tersebut menyarankan pengemudi untuk segera mengunjungi diler resmi. Setelah pemeriksaan dilakukan, kenyataan pahit harus diterima karena belum ada pembaruan atau perbaikan permanen yang tersedia untuk mengatasi bug yang terus menghantui sistem infotainment Mazda CX-5 model terbaru ini.

Di balik serangkaian masalah elektronik tersebut, sektor performa justru menunjukkan sisi positif yang sangat kontras. Powertrain pada Mazda CX-5 2026 ini terbukti sangat andal dan dapat diandalkan sepanjang pengujian jangka panjang. SUV ini masih mempertahankan mesin 2.5 liter naturally aspirated empat silinder yang mampu menghasilkan tenaga 187 daya kuda, dipadukan dengan transmisi otomatis enam percepatan. Karakter mesin yang sudah dikenal luas ini memberikan ketenangan bagi pengemudi karena kematangannya dalam memberikan performa yang konsisten di berbagai medan jalan.

Salah satu momen menarik dalam perjalanan ini terjadi saat melintasi kota Cambria. Penguji sempat mampir ke sebuah toko dekorasi taman yang unik, di mana terdapat ornamen flamingo dan patung alien yang tampak mencolok. Meski toko tersebut sedang tutup, penguji mencatat bahwa kapasitas kargo Mazda CX-5 2026 yang telah diperluas sangat mumpuni. Area bagasi yang luas tersebut dipastikan mampu menampung berbagai barang belanjaan berukuran besar sekalipun, menjadikannya kendaraan yang sangat fungsional bagi mereka yang hobi berpetualang atau melakukan perjalanan jauh bersama keluarga.

Namun, memasuki rute menantang di sepanjang Highway 1 melalui Big Sur, keterbatasan lain dari SUV ini mulai terasa, yakni efisiensi bahan bakar dan jarak tempuh. Bagi penggemar otomotif, perjalanan melintasi jalur pesisir ini memang menawarkan pemandangan menakjubkan, namun harus dibarengi dengan manajemen bahan bakar yang cermat. Mazda CX-5 2026 mencatatkan jarak tempuh gabungan kota dan jalan tol sekitar 398 mil sebelum harus kembali mengisi tangki bahan bakar. Angka ini dinilai cukup standar, namun terasa tertinggal jika dibandingkan dengan kompetitor di segmen yang sama.

Sebagai perbandingan, model lain seperti Subaru Forester menawarkan jarak tempuh yang lebih jauh sekitar 80 mil lebih banyak dalam sekali pengisian. Sementara itu, Toyota RAV4 yang kini hadir dengan teknologi hybrid di seluruh variannya mampu melaju hingga hampir 200 mil lebih jauh dibandingkan CX-5. Dengan efisiensi bahan bakar yang berada di kisaran 24 mpg di dalam kota, 30 mpg di jalan tol, dan 26 mpg untuk penggunaan gabungan, Mazda memang sedang menyiapkan varian hybrid untuk CX-5. Namun, hingga saat ini, konsumen harus puas dengan performa konsumsi bahan bakar yang tergolong moderat.

Keindahan alam di Ragged Point menjadi kompensasi yang sepadan bagi setiap pengemudi yang menempuh rute Highway 1. Area ini menyuguhkan pemandangan tebing berbatu yang dramatis, air laut biru yang jernih, serta deretan pohon Cypress yang ikonik. Setelah penutupan panjang akibat perbaikan jalan selama tiga tahun terakhir, jalur ini kini kembali bisa dinikmati oleh para pelancong. Namun, sesaat setelah kembali ke kendaraan usai menikmati pemandangan, masalah teknis kembali muncul. Profil pengemudi yang memuat semua pengaturan personal tiba-tiba terhapus dari sistem.

Tidak berhenti di situ, beberapa mil kemudian, tombol utama pada layar sentuh 15,6 inci menghilang sehingga pengemudi kesulitan mengakses navigasi peta. Dalam situasi seperti ini, pengemudi hanya bisa mengandalkan insting dan pengetahuan rute untuk terus bergerak ke arah utara. Kejadian ini memberikan catatan penting bagi Mazda bahwa keunggulan desain dan performa mekanis yang solid harus diimbangi dengan kestabilan sistem perangkat lunak yang mumpuni.

Hingga akhir perjalanan, Mazda CX-5 2026 memperlihatkan dua sisi yang sangat berbeda. Di satu sisi, mobil ini adalah teman perjalanan yang nyaman dengan ruang kargo luas dan performa mesin yang teruji. Namun, di sisi lain, ketidakstabilan sistem infotainment dan telematika menjadi catatan besar yang harus segera dibenahi oleh pabrikan. Bagi calon pembeli, performa mekanis mungkin memberikan rasa aman, namun gangguan pada fitur digital bisa menjadi tantangan tersendiri dalam penggunaan sehari-hari. Hingga saat ini, belum ada solusi final dari pihak produsen, sehingga pengguna diharapkan untuk tetap bersabar dengan keterbatasan teknologi yang ada pada unit tersebut.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All